Ponsel dan Laptop Guru yang Lakukan Seks Menyimpang Diuji Digital Forensik

Kompas.com - 21/08/2019, 15:47 WIB
Polres Tanjungpinang mengirim alat bukti laptop dan handphone ke Jakarta untuk pemeriksaan forensik digital terkait kasus salah satu SMK di Tanjungpinang, Kepulauan Riau berinisial PDB (25) yang telah melakukan seks menyimpang kepada muridnya sendiri. KOMPAS.COM/HADI MAULANAPolres Tanjungpinang mengirim alat bukti laptop dan handphone ke Jakarta untuk pemeriksaan forensik digital terkait kasus salah satu SMK di Tanjungpinang, Kepulauan Riau berinisial PDB (25) yang telah melakukan seks menyimpang kepada muridnya sendiri.

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Polres Tanjungpinang mengirim alat bukti laptop dan ponsel ke Mabes Polri, untuk pemeriksaan forensik digital terkait kasus salah satu oknum guru SMK di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, berinisial PDB (25), yang telah melakukan seks menyimpang kepada muridnya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, pada Jumat (23/8/2019) atau Sabtu (24/8/2019), personel dari Satreskrim Polres Tanjungpinang akan berangkat ke Jakarta untuk mengantar barang bukti laptop dan posel untuk pemeriksaan forensik digital.

"Untuk penguatan proses sidik (penyidikan) kami, dari alat bukti yang ada dan diperkuat dengan digital forensik, laptop dan handphone akan dikirim ke Mabes Polri," kata Ali, saat dihubungi, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: Polisi Tes Kejiwaan Guru yang Lakukan Seks Menyimpang kepada Muridnya

Ali mengatakan, dilakukannya pengujian forensik digital, bertujuan untuk mengetahui apakah pelaku ini bisa dikenakan Undang-Undang ITE atau tidak.

Setelah mendapatkan hasil dari forensik digital, baru bisa ditentukan langkah selanjutnya.

Untuk korban, sampai saat ini masih ada satu orang, namun informasi yang beredar ada korban lain tapi hingga saat ini belum ada yang datang melapor.

"Baik itu konsultasi, koordinasi, bahkan melaporkan belum ada korban yang datang untuk melaporkan guru seks menyimpang tersebut," ujar dia.

Saat ini, pelaku dijerat dengan Pasal 294 KUHP juncto Pasal 282 KUHP.

Kejadian oknum guru ini bermula sejak November 2018 lalu. Awalnya, korban yang sedang ada masalah dengan seseorang di media sosial sering murung dan termenung.

Kemudian, pelaku datang menghampiri korban sehingga korban curhat dengan pelaku soal permasalahan tersebut.

Baca juga: Guru Pelaku Seks Menyimpang Ditangkap, Korbannya Mulai Semangat Belajar

 

Bukan solusi yang baik didapatkan korban tetapi oknum guru ini malah memanfaatkan kondisi muridnya hingga akhirnya terjadilah seks menyimpang tersebut.

Perlakuan bejat itu dilakukan di rumah pelaku di Jalan Hutan Lindung, Kota Tanjungpinang, bahkan aksi itu direkam.

Pelaku juga mengancam korban jika tidak mau melakukan hal tersebut akan diberikan nilai rendah pada mata pelajaran bahasa Inggris.

Hingga akhirnya, pada 29 Juni 2019 korban bersama keluarga datang untuk melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

64 Kepala SMP Kompak Mundur, Trauma Pernah 2 Kali Diperiksa Kejaksaan

64 Kepala SMP Kompak Mundur, Trauma Pernah 2 Kali Diperiksa Kejaksaan

Regional
Menengok Dusun Wedani, Kampung Bibit yang Tetap Bergeliat di Tengah Pandemi Corona

Menengok Dusun Wedani, Kampung Bibit yang Tetap Bergeliat di Tengah Pandemi Corona

Regional
Koalisi Golkar-PAN Usung Dua Bupati di Pilkada Sulut 2020

Koalisi Golkar-PAN Usung Dua Bupati di Pilkada Sulut 2020

Regional
Tak Izinkan Istri Positif Covid-19 Diisolasi, Suami Yakini Penyakit Disebabkan Setan

Tak Izinkan Istri Positif Covid-19 Diisolasi, Suami Yakini Penyakit Disebabkan Setan

Regional
Ratusan Babi di Ende Mati Diserang Flu Babi Afrika

Ratusan Babi di Ende Mati Diserang Flu Babi Afrika

Regional
64 Kepala SMP di Riau Mundur, Disdik: Mereka Sudah Benar tapi Dianggap Tak Benar

64 Kepala SMP di Riau Mundur, Disdik: Mereka Sudah Benar tapi Dianggap Tak Benar

Regional
Tangis Tobat Anak Pembunuh Ibu Kandung, Langsung Minta Buku Tuntunan Shalat

Tangis Tobat Anak Pembunuh Ibu Kandung, Langsung Minta Buku Tuntunan Shalat

Regional
Ruwetnya Birokrasi Keuangan Negara untuk Layanan Kesehatan di Masa Pandemi

Ruwetnya Birokrasi Keuangan Negara untuk Layanan Kesehatan di Masa Pandemi

Regional
64 Kepala SMP Mundur karena Diperas Penegak Hukum, Disdik Lapor Bupati

64 Kepala SMP Mundur karena Diperas Penegak Hukum, Disdik Lapor Bupati

Regional
Tangis Risma di Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Sudah Memberikan Semuanya

Tangis Risma di Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Sudah Memberikan Semuanya

Regional
Anak Perempuannya yang Muncul Saat Webinar Disebut PSK, Dosen Uncen: Ini Pembunuhan Karakter

Anak Perempuannya yang Muncul Saat Webinar Disebut PSK, Dosen Uncen: Ini Pembunuhan Karakter

Regional
Positif Covid-19, Suami Pasien Sebut Istrinya Sakit karena Setan: Seperti Apa Corona, Saya Mau Tahu

Positif Covid-19, Suami Pasien Sebut Istrinya Sakit karena Setan: Seperti Apa Corona, Saya Mau Tahu

Regional
'Saya Baru Dengar di Indonesia, Ada Seluruh Kepala SMP se-Kabupaten Mengundurkan Diri'

"Saya Baru Dengar di Indonesia, Ada Seluruh Kepala SMP se-Kabupaten Mengundurkan Diri"

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Merasa Kurang Enak Badan

Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Merasa Kurang Enak Badan

Regional
Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X