Duduk Perkara Paskibra Kibarkan Bendera Tanpa Seragam Saat Upacara HUT RI

Kompas.com - 21/08/2019, 07:13 WIB
Sejumlah anggota pengibar bendera (Paskibra)  saat menjalankan tugasnya dalam upacara HUT ke-74 kemerdekaan RI di Lapangan Upacara Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Sabtu (17/8/2019) Enal PattySejumlah anggota pengibar bendera (Paskibra) saat menjalankan tugasnya dalam upacara HUT ke-74 kemerdekaan RI di Lapangan Upacara Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Sabtu (17/8/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - "Kami semua merasa sangat sedih dan menangis saat menjalankan tugas karena kami melakukannya hanya dengan baju seragam SMA,” kata salah seorang anggota Paskibra Kecamatan Amalutu, Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku.

Ia dan anggota Paskibraka lainnya merasa kecewa karena tidak mendapatkan seragam Paskibra saat bertugas mengibarkan bendera Merah Putih di peringatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi ke 74 RI di lapangan upacara Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Sabtu (17/8/2019)

Sebanyak 28 anggota Paskibra tingkat kecamatan tersebut bahkan tak mampu menahan tangis saat bertugas, hingga membuat para peserta dan undangan yang hadir ikut menangis.

Salah seorang anggota Paskibra di Kecamatan Amalutu mengaku saat sesi latihan, mereka dijanjikan untuk difasilitasi seragam Paskibra. Namun hingga tanggal 16 Agustus 2019, seragam tersebut tidak sampai di tangan.

“Karena waktu sudah sangat mepet, kami langsung mengambil inisiatif untuk menggunakan seragam sekolah. Sejujurnya, kami sangat kecewa, tapi demi negara kami tetap menjalankan tugas yang mulia itu,” katanya.

Baca juga: Kibarkan Merah Putih Tanpa Seragam, Puluhan Anggota Paskibra Menangis

Tidak ada anggaran untuk membeli seragam

Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Muhamad Yasin Payapo saat menjadi sinpektur upcara pada upacara HUT ke74 kemerdekaan RI di Piru, Sabtu (17/8/2019)KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Muhamad Yasin Payapo saat menjadi sinpektur upcara pada upacara HUT ke74 kemerdekaan RI di Piru, Sabtu (17/8/2019)
Ebhil Pattimura, warga Kecamatan Amalutu mengatakan bukan baru kali ini saja anggota Paskibraka di kecamatan tersebut menggunakan seragam sekolah saat HUT RI.

Menurutnya, kondisi tersebut telah terjadi sejak tahun 2011 lalu. Mirisnya setiap anggota Paskibra selalu dibebankan untuk mencari seragam sendiri.

Sementara itu, Camat Amalatu Adaweya Wakano menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena kecamatan tidak memiliki anggaran untuk memfasilitasi dan membiayai pengadaan seragam bagi anggota Paskibra.

Selama ini, anggaran Paskibra didapat melalui sumbangan sekolah dan para guru serta pemerintah desa.

“Saya sudah sampaikan ke kepala sekolah bahwa selama ini kita tidak punya anggaran soal ini, jadi saya bilang mereka (Paskibra) cari pakaian nanti saya tanggung apa yang kurang seperti garuda, sarung tangan, dan perlengkapan lain. Itu saya siapkan,” ujarnya.

Baca juga: Paskibra Kibarkan Bendera Tanpa Seragam, Ini Kata Bupati

Dia mengaku, beberapa hari jelang upacara, seksi usaha dana yang berasal dari SMA negeri setempat mendatanginya dan meminta panitia tingkat kecamatan membantu menyediakan seragam Paskibra.

Karena waktunya yang sudah semakin mepet, mereka mencari jalan alternatif. Salah satunya dengan menyewa seragam Paskibra untuk digunakan saat upacara berlangsung.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X