NEWS
Salin Artikel

Duduk Perkara Paskibra Kibarkan Bendera Tanpa Seragam Saat Upacara HUT RI

Ia dan anggota Paskibraka lainnya merasa kecewa karena tidak mendapatkan seragam Paskibra saat bertugas mengibarkan bendera Merah Putih di peringatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi ke 74 RI di lapangan upacara Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Sabtu (17/8/2019)

Sebanyak 28 anggota Paskibra tingkat kecamatan tersebut bahkan tak mampu menahan tangis saat bertugas, hingga membuat para peserta dan undangan yang hadir ikut menangis.

Salah seorang anggota Paskibra di Kecamatan Amalutu mengaku saat sesi latihan, mereka dijanjikan untuk difasilitasi seragam Paskibra. Namun hingga tanggal 16 Agustus 2019, seragam tersebut tidak sampai di tangan.

“Karena waktu sudah sangat mepet, kami langsung mengambil inisiatif untuk menggunakan seragam sekolah. Sejujurnya, kami sangat kecewa, tapi demi negara kami tetap menjalankan tugas yang mulia itu,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut telah terjadi sejak tahun 2011 lalu. Mirisnya setiap anggota Paskibra selalu dibebankan untuk mencari seragam sendiri.

Sementara itu, Camat Amalatu Adaweya Wakano menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena kecamatan tidak memiliki anggaran untuk memfasilitasi dan membiayai pengadaan seragam bagi anggota Paskibra.

Selama ini, anggaran Paskibra didapat melalui sumbangan sekolah dan para guru serta pemerintah desa.

“Saya sudah sampaikan ke kepala sekolah bahwa selama ini kita tidak punya anggaran soal ini, jadi saya bilang mereka (Paskibra) cari pakaian nanti saya tanggung apa yang kurang seperti garuda, sarung tangan, dan perlengkapan lain. Itu saya siapkan,” ujarnya.

Dia mengaku, beberapa hari jelang upacara, seksi usaha dana yang berasal dari SMA negeri setempat mendatanginya dan meminta panitia tingkat kecamatan membantu menyediakan seragam Paskibra.

Karena waktunya yang sudah semakin mepet, mereka mencari jalan alternatif. Salah satunya dengan menyewa seragam Paskibra untuk digunakan saat upacara berlangsung.

Setelah berbicara dengan pelatih Paskibra, disepakati 8 anggota Paskibra akan menggunakan seragam Paskibra sementara lainnya menggunakan seragam sekolah.

“Saat sudah sepakat, giliran guru-guru SMA yang menolak. Jadi mereka ini menyangka bahwa setiap tahun saya ini dapat uang HUT 17 agustus dari kabupaten,” katanya.

Menurutnya, ada wacana yang berkembang jika jumlah anggaran yang disediakan dari kabupaten untuk upacara HUT kemerdekaan di kecamatan tersebut senilai Rp 17 juta.

“Ada informasi yang beredar bahwa setiap tahun saya itu dapat dana Rp 17 juta untuk acara ini, saya sudah laporkan itu ke Kesbangpol Seram Bagian Barat, nanti Senin besok ada guru yang dipanggil untuk menjelaskan dari mana informasi itu didapat. Jadi saya tidak mau salahkan siapa-siapa tapi kita harus clear kan masalah ini,” ungkapnya.

Ia mengaku sudah ada evaluasi dan salah satu hasil evaluasinya adalah tahun depan tidak ada lagi anggota Paskibra yang mengibarkan bendera tanpa seragam.

“Saya baru tahu tapi nanti ada perubahan, dan kami sudah evaluasi kegiatannya semua ke depan itu saya sudah tegaskan ada penyeseuaian. Jadi. tidak ada lagi seperti itu semua harus seragam,” kata Yasin.

Terkait hal itu, dia juga berencana akan memanggil Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga setempat untuk membahas masalah yang terjadi itu.

”Nanti kami panggil Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga juga untuk perbaikan ke depan,”katanya.

Terkait insiden pengibaran bendera tanpa seragam, Camat Amalatu Adaweya Wakano mengatakan pihaknya telah menggelar rapat tiga hari dengan sejumlah kepala desa di wilayah tersebut.

Salah satu hasil rapat adalah untuk pelaksaan HUT RI di tingkat kecamatan baik dari segi pendanaan maupun hal teknis lainnya, seluruhnya akan menjadi tanggung jawab kecamatan.

"Ke depan itu menjadi tanggung jawab kecamatan,” katanya saat dihubungi dari Ambon, Selasa (20/8/2019).

Selain itu ada usulan untuk lokasi upacara HUT kemerdekaan tingkat kecamatan tidak harus berada di kota kecamatan, tapi bisa dilakukan secara bergilir agar bisa dipusatkan di desa-desa.

“Jadi nanti (desa) rapat lalu penentuan tahun ini di desa ini nanti tahun depan di desa mana lagi. Jadi nanti desa yang menjadi tuan rumah akan menanggulangi biayanya,” ujarnya.

Wakano mengapresiasi usulan itu, Namun, usulan itu harus dibahas kembali dalam rapat resmi bersama para kepala desa yang ada di kecamatan.

SUMBER: KOMPAS.com (Rahmat Rahman Patty)

https://regional.kompas.com/read/2019/08/21/07130091/duduk-perkara-paskibra-kibarkan-bendera-tanpa-seragam-saat-upacara-hut-ri

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.