Diduga Ada Bangunan Candi, Petilasan Tribhuwana Tunggadewi di Mojokerto Diekskavasi

Kompas.com - 20/08/2019, 21:30 WIB
Kepala Sub Unit Pemanfaatan BPCB Jatim, Pahadi, menunjukkan pahatan tahun pembuatan yoni petilasan Ratu Majapahit Tribhuwana Tunggadewi, Selasa (20/8/2019). Situs purbakala itu berada di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍKepala Sub Unit Pemanfaatan BPCB Jatim, Pahadi, menunjukkan pahatan tahun pembuatan yoni petilasan Ratu Majapahit Tribhuwana Tunggadewi, Selasa (20/8/2019). Situs purbakala itu berada di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pada hari kedua ekskavasi di petilasan Tribhuwana Tunggadewi, tim dari BPCB Jatim belum menemukan dugaan struktur berupa bilik-bilik yang terekam saat observasi. 

Namun, lanjut Pahadi, dari proses ekskavasi di sisi utara bangunan yoni, pihaknya menemukan beberapa struktur dari bata kuno, pada kedalaman 30-40 sentimeter di dalam tanah.

"Masih belum kami dapatkan, tapi strukturnya sudah mulai kami temukan. Jadi, struktur ini hampir membentuk pagar juga," kata dia.

Menurut Pahadi, struktur bangunan kuno yang mengelilingi petilasan Tribhuwana Tunggadewi, kemungkinan besar merupakan bangunan yang membentuk dinding untuk membatasi antar ruangan atau antar bilik.

"Ekskavasi yang kami lakukan sekarang untuk membuktikan itu. Harapannya nanti kalau memang terlihat struktur itu, kami mulai bisa membuat asumsi. Apakah dia memang berbentuk ruangan atau bilik-bilik, ataukah hanya sebuah halaman dibatasi dengan tembok keliling," ujar dia.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peserta CPNS Ternyata Positif Corona, Sempat Ikut SKB di UNY, 30 Orang Panitia Diswab

Peserta CPNS Ternyata Positif Corona, Sempat Ikut SKB di UNY, 30 Orang Panitia Diswab

Regional
Tidak Hafal Pancasila, Pria yang Tak Pakai Masker Ini Pilih Baca Al Fatihah

Tidak Hafal Pancasila, Pria yang Tak Pakai Masker Ini Pilih Baca Al Fatihah

Regional
Klaster Lembaga Munzalan Pontianak Bermula dari Anggota Pulang dari Aceh

Klaster Lembaga Munzalan Pontianak Bermula dari Anggota Pulang dari Aceh

Regional
Kantor Pemerintahan Provinsi Banten Akan Dijadikan Tempat Isolasi

Kantor Pemerintahan Provinsi Banten Akan Dijadikan Tempat Isolasi

Regional
Sidang 16 Polisi yang Diduga Terlibat Penembakan Warga Makassar Ditunda

Sidang 16 Polisi yang Diduga Terlibat Penembakan Warga Makassar Ditunda

Regional
36 Santri di Lamongan Positif Covid-19, Ponpes Ditutup

36 Santri di Lamongan Positif Covid-19, Ponpes Ditutup

Regional
Dalam 18 Hari, 25 Pasien Covid-19 di Papua Meninggal, Ini Penjelasannya

Dalam 18 Hari, 25 Pasien Covid-19 di Papua Meninggal, Ini Penjelasannya

Regional
Viral, Video Bendera Merah Putih dan Sikat WC, Dibakar hingga Dimasak

Viral, Video Bendera Merah Putih dan Sikat WC, Dibakar hingga Dimasak

Regional
Caleg Gagal Cabuli Korban Prostitusi Saat Dititipkan di Rumah Aman

Caleg Gagal Cabuli Korban Prostitusi Saat Dititipkan di Rumah Aman

Regional
Empat Peserta Reaktif Covid-19 Ikuti Ujian SKB CPNS di Ruangan Khusus

Empat Peserta Reaktif Covid-19 Ikuti Ujian SKB CPNS di Ruangan Khusus

Regional
Detik-detik Tim SAR Temukan Helikopter yang Hilang Kontak, Semua Kru Selamat

Detik-detik Tim SAR Temukan Helikopter yang Hilang Kontak, Semua Kru Selamat

Regional
Melihat Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, dari Order Makanan hingga Tangisan

Melihat Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, dari Order Makanan hingga Tangisan

Regional
Erdi Dabi Tabrak Polwan hingga Tewas, PKB Pertimbangkan Tarik Dukungan di Pilkada

Erdi Dabi Tabrak Polwan hingga Tewas, PKB Pertimbangkan Tarik Dukungan di Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 September 2020

Regional
Bos PO Pelangi Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Modifikasi Bus Simpan Sabu 13 Kilogram

Bos PO Pelangi Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Modifikasi Bus Simpan Sabu 13 Kilogram

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X