Petirtaan Kuno di Sedang Sumberbeji Jombang Mirip Candi Tikus di Mojokerto

Kompas.com - 01/08/2019, 20:49 WIB
Penemuan baru di lokasi situs purbakala di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hingga Sabtu (3/8/2019) nanti, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan survei penyelamatan di lokasi penemuan situs. MOH. SYAFIÍPenemuan baru di lokasi situs purbakala di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Hingga Sabtu (3/8/2019) nanti, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan survei penyelamatan di lokasi penemuan situs.

JOMBANG, KOMPAS.com - Situs purbakala yang ditemukan di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diyakini sebagai bekas petirtaan.

Keyakinan itu diperkuat dengan struktur yang membentuk pancuran air dan arca jaladwara. Sebelumnya, di lokasi ini ditemukan saluran air yang teridentifikasi sebagai peninggalan masa Majapahit.

Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan, berdasarkan identifikasi awal, situs berbentuk petirtaan di Sumberbeji Jombang, memiliki kemiripan bentuk dengan Candi Tikus di Trowulan Mojokerto.

"Kurang lebih seperti petirtaan di Candi Tikus, ada kolam yang di tengahnya ada suatu bangunan lain. Saat ini kita bisa lihat ada bangunan berbentuk lingkaran atau bundar," katanya di lokasi penemuan situs, Kamis (1/8/2019) petang.

Baca juga: Ditemukan Pancuran Air Berkepala Naga, Situs Era Majapahit di Jombang Membentuk Petirtaan 

Namun, lanjut Wicaksono, pihaknya masih akan memastikan bentuk petirtaan setelah menyelesaikan survei penyelamatan situs purbakala di Sumberbeji Jombang.

"Cuma hari ini kami belum mengarah kesana," ujar Wicaksono, sembari mengatakan jika BPCB Jawa Timur melakukan survei penyelamatan situs hingga Sabtu (3/8/2019) nanti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pancuran air dan arca jalawadra

Dijelaskan, dalam survei penyelamatan yang sudah dilakukan sejak Selasa (30/7/2019), pihaknya menemukan struktur sudut bangunan yang membentuk pancuran air dan arca jaladwara.

Arca jaladwara yang ditemukan membentuk sebuah kepala naga. Saat ditemukan, posisi arca tidak berada posisi pada semula.

Baca juga: Struktur Mirip Fondasi di Situs Peninggalan Majapahit di Jombang Diduga Petirtaan

"Saat ditemukan, kondisi Jaladwara sudah terlepas dari posisi semula, cenderung ada di bagian tengah, tetapi kita mengidentifikasi jika itu jaladwara, terbentuk seperti kepala naga," beber Wicaksono.

Ukuran luas situs pada sisi utara diperkirakan 12 meter. Demikian pula dengan sisi selatan yg diperkirakan 12 meter.

"Untuk keluasannya kita baru menemukan sisi sebelah utara, sepanjang 12 meter. Kalau kita cerminkan di sisi selatan, kira-kira 12 meter, jadi kemungkinan bentuknya, lebarnya itu ada 24 meter. Untuk ke arah timur kita sedang cari," ungkap Wicaksono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.