Kisah Lansia yang Jadi Penyemangat di Panti Jompo hingga Mengagumi Sosok Risma

Kompas.com - 20/08/2019, 11:08 WIB
Yuli Herowati (67), lansia penghuni UPTD Griya Werdha mengisi aktivitasnya dengan membaca buku di Pojok Baca Griya Werdha, Minggu (18/8/2019). Griya Werdha merupakan salah satu panti jompo milik Pemerintah Kota Surabaya yang berada di kawasan Jambangan, Surabaya. KOMPAS.COM/GHINAN SALMANYuli Herowati (67), lansia penghuni UPTD Griya Werdha mengisi aktivitasnya dengan membaca buku di Pojok Baca Griya Werdha, Minggu (18/8/2019). Griya Werdha merupakan salah satu panti jompo milik Pemerintah Kota Surabaya yang berada di kawasan Jambangan, Surabaya.

Sebagai contoh, sebelum makan, anak-anak PAUD itu dipandu oleh Yuli untuk berdoa terlebih dahulu. Kemudian, Yuli dengan semangat juga mengajari anak-anak itu mewarnai.

Kesukaan Yuli pada anak kecil membuat ia dengan sukarela memberikan bentuk perhatian kepada anak-anak tersebut.

"Dari segi itu kita tahu bahwa anak-anak memang perlu diperhatikan dengan betul. Kasihan kalau besok-besok tidak tahu apa-apa. Karena ada tipe orang, 'ah, sudah biarkan  main-main sendiri'. Saya bilang jangan seperti itu, kasihan. Kita orang tua, harus merasa bertanggung jawab," kata dia.

Selama membantu membimbing anak-anak PAUD hingga memberdayakan sesama lansia di Posyandu Lansia, Yuli pun sempat dibukakan rekening bank.

Meski begitu, ia tidak punya niat mendapat bayaran apa pun. Kegiatan yang ia lakukan selama di PAUD dan Posyandu Lansia datang atas rasa kepedulian dengan sesama.

"Kita juga tidak meminta dana, justru kalau bisa kita itu produktif dan kita masih mampu membuatkan sabun cuci tangan, bros, dan lain-lain," tutur Yuli.

Selama di panti jompo itu, Yuli juga cukup aktif membantu sesama lansia lainnya dengan menyiapkan makanan, lantaran jumlah petugas di Griya Werdha terbatas.

Ia pun dengan sigap menyiapkan makanan agar para lansia lainnya tetap bisa makan tepat waktu dan tidak sampai terlambat makan.

Kepedulian untuk sesama lansia

Hal yang mendorong Yuli tetap memiliki semangat hidup dilatarbelakangi ketika dirinya melihat banyak lansia yang cenderung tertutup dan tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Terkadang ada lansia yang ingin mengerjakan sesuatu, namun tidak tahu harus memulai dari mana. Bahkan, ada lansia yang suka melamun dan tidak memiliki gairah hidup sampai kesurupan.

"Banyak yang merasa hidup tertekan. Tapi dari sini lah saya selalu memberikan semangat dan gairah pada orang-orang yang seperti itu. Misalkan ketika tidak pernah dijenguk keluarga atau jarang dijenguk, langsung down. Tapi selalu saya beri semangat terus," ucap Yuli.

Ia mengaku tidak selalu mengobrol dengan setiap orang. Tetapi, saat melihat lansia lain dirundung masalah, ia langsung memberikannya semangat.

Menurut dia, ada beberapa orang yang sering merasa diri sudah tidak dianggap lagi lantaran tak pernah dijenguk sama sekali oleh keluarganya.

Yuli memahami dan ikut merasakan hal itu. Sebab, kesedihan yang dialami para lansia itu juga ia alami. Namun, ia berusaha menghilangkan perasaan sedih itu dengan kegiatan-kegiatan positif.

"Tapi terkadang orangnya, mbah-mbah itu tidak mau ikut seperti itu (berkegiatan). Memang membangunkan semangat dan gairah agar kita tidak selalu merasa terpuruk dan sendiri itu susah," kata dia.

Terbiasa mandiri

Alasan lain yang membuat Yuli tetap semangat adalah ia terbiasa hidup sendiri. Meski pada usianya yang sudah menginjak hampir kepala tujuh itu, ia belum pernah menikah.

Ia pun merasa hidup seorang diri telah menjadi kebiasaan. Yang ia pikirkan hanya bekerja, bekerja, dan bekerja, sehingga ia mendapatkan apa yang ia mau, termasuk semangat hidup.

Sebelum berada di UPTD Griya Werdha, ia pernah dititipkan oleh saudara dan keponakannya yang berada di Sidoarjo, di salah satu panti jompo di Malang, Jawa Timur.

Namun, karena rasa sungkan, ia akhirnya pindah ke Griya Werdha pada tahun 2016 lalu. Sebab, keponakannya sampai harus urunan setiap bulan, untuk membayar uang bulanan senilai Rp 2 juta ke pihak panti jompo di Malang tersebut.

Bahkan, keluarga dan saudaranya saat ini tidak tahu keberadaan dirinya sampai sekarang. Itu sebabnya, ia tidak pernah dijenguk sanak keluarga selama berada di Griya Werdha.

"Saya orangnya tidak mau nggandoli, enggak mau merepotkan orang lain," tutur Yuli.

Kagumi sosok Risma

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal E-KTP Tak Kunjung Jadi, Perempuan Ini Ngamuk Sambil Bawa Pisau

Kesal E-KTP Tak Kunjung Jadi, Perempuan Ini Ngamuk Sambil Bawa Pisau

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kontak Senjata di Depan Kantor Bupati Intan Jaya | Ajudan Gubernur Maluku Aniaya Petugas Bandara

[POPULER NUSANTARA] Kontak Senjata di Depan Kantor Bupati Intan Jaya | Ajudan Gubernur Maluku Aniaya Petugas Bandara

Regional
Gara-gara Utang Judi Game Online Rp 766 Juta, Jefri Diculik dan Dianiaya hingga Tewas, Ini Kronologinya

Gara-gara Utang Judi Game Online Rp 766 Juta, Jefri Diculik dan Dianiaya hingga Tewas, Ini Kronologinya

Regional
Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Regional
Fakta Brigadir Kiki Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Fakta Brigadir Kiki Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Regional
Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Regional
Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Regional
Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Regional
Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Regional
Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X