Anggota DPRD Ragukan Komitmen Ahok Investasi Pakan Ternak di NTT

Kompas.com - 15/08/2019, 06:46 WIB
Ahok saat tiba di Bandara El Tar Kupang, NTT, Selasa (13/8/2019)SIGIRANUS MARUTHO BERE Ahok saat tiba di Bandara El Tar Kupang, NTT, Selasa (13/8/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Boni "Bonjer" Jebarus pesimistis dengan rencana investasi pakan ternak yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di NTT.

Hal itu disampaikan Boni saat menghubungi Kompas.com melalui telepon seluler, Rabu (14/8/2019).

"Saya ragu pada sosok Ahok, berdasarkan pengalaman ketika dia menjadi gubernur DKI terkait kerja sama sapi DKI dan NTT yang berujung tidak jelas," kata pria yang akrab disapa Bonjer ini.

Baca juga: 6 Fakta Penting Ahok Kunjungi Kupang, Bicara Soal Calon Menteri hingga Kontrak dengan Metro TV


Menurut Bonjer, pada saat Joko Widodo (Jokowi) menjadi gubernur DKI pun pernah menjanjikan dana sekitar Rp 200 miliar untuk kerja sama pengadaan sapi ke DKI. Lalu Jokowi jadi presiden dan Ahok jadi gubernur. Namun janji itu tidak dipenuhi.

"Kami Badan Anggaran DPRD NTT, beraudiensi ke Pemprov DKI, diterima Gubernur Ahok dan Wagub Jarot, ternyata hanya dialokasikan sekitar Rp 20 miliar," ungkapnya.

Pada saat diskusi dengan pimpinan dewan DKI, lanjut Bonjer, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Taufik menyebut bahwa Pemprov DKI berencana menyerahkan kepada PD Pasar Jaya untuk mengelola sapi.

Namun, kata Bonjer, hingga Ahok turun dari gubernur bahkan hingga saat ini, kerja sama tersebut tidak pernah ada kejelasan.

Dulu PT Flobamora sempat menangani pengiriman sapi ke luar NTT, tapi tidak kerja sama dengan Pemprov DKI.

"Berdasarkan pengalaman itu rencana Ahok dan PDI-P NTT membangun pakan ternak, saya siap sebagai rasul Thomas. Belum percaya dan tidak yakin," ujarnya.

Selain itu, ketidakyakinan Bonjer terhadap Ahok juga berkaitan dengan lahan yang hendak dikelola seluas 500 hektare.

"Tapi nanti kita cek, status lahan seluas itu punya siapa. Punya masyarakat kah, atau pribadi," kata Bonjer.

Baca juga: Tiba di Kupang Siang Ini, Ahok Jajaki Investasi Pakan Ternak di NTT

Sebelumnya diberitakan, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana melakukan investasi pakan ternak di NTT.

Untuk tahap awal, Ahok akan menanam jagung di lahan seluas 500 hektare, dari total lahan yang dibutuhkan sebanyak 5.000 hektare.

Ratusan hektare lahan itu berada di empat desa di Kecamatan Kupang Barat, yakni Desa Nitneo, Boneana, Oematnunu dan Bolok.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gembala dan 19 Ekor Kerbau Tewas Tersambar Petir, Rugi Rp 300 Juta hingga Dikubur Massal

Gembala dan 19 Ekor Kerbau Tewas Tersambar Petir, Rugi Rp 300 Juta hingga Dikubur Massal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penjelasan soal Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua | Viral Video Ustaz Abdul Somad

[POPULER NUSANTARA] Penjelasan soal Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua | Viral Video Ustaz Abdul Somad

Regional
Kerusuhan Timika, Polisi Tetapkan 34 Orang Tersangka

Kerusuhan Timika, Polisi Tetapkan 34 Orang Tersangka

Regional
Cerita di Balik Disabilitas Dilarang Beribadah di Masjid Raya Sumbar hingga Mengadu ke Wagup

Cerita di Balik Disabilitas Dilarang Beribadah di Masjid Raya Sumbar hingga Mengadu ke Wagup

Regional
3 Ruko Berisikan Mobil dan 'Sparepart' Hangus Terbakar

3 Ruko Berisikan Mobil dan "Sparepart" Hangus Terbakar

Regional
Yenny Wahid dan Mahasiswa Papua Kirimkan Salam Damai dari Makam Gus Dur

Yenny Wahid dan Mahasiswa Papua Kirimkan Salam Damai dari Makam Gus Dur

Regional
Jokowi Sebut Garam NTT Lebih Bagus dari Madura dan Australia

Jokowi Sebut Garam NTT Lebih Bagus dari Madura dan Australia

Regional
Pernyataan Unsur soal Mahasiswanya Jadi Tersangka Kasus 4 Polisi Terbakar

Pernyataan Unsur soal Mahasiswanya Jadi Tersangka Kasus 4 Polisi Terbakar

Regional
Buron 10 Bulan, Otak Pembunuhan Sopir Taksi 'Online' Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Otak Pembunuhan Sopir Taksi "Online" Ditembak Polisi

Regional
Main Lilin di Loteng, Seorang Balita Tewas Terbakar

Main Lilin di Loteng, Seorang Balita Tewas Terbakar

Regional
Ketika Daerah Lain Ekonominya Masih Sulit, Semarang Malah Melejit

Ketika Daerah Lain Ekonominya Masih Sulit, Semarang Malah Melejit

Regional
Waspada Terhadap Jenis Kayu Bajakah yang Mengandung Racun

Waspada Terhadap Jenis Kayu Bajakah yang Mengandung Racun

Regional
Pembunuh Taruna ATKP Makassar Terima Vonis 10 Tahun Penjara

Pembunuh Taruna ATKP Makassar Terima Vonis 10 Tahun Penjara

Regional
Muntah-muntah Setelah Makan Bersama, 10 Santri Dilarikan ke Rumah Sakit

Muntah-muntah Setelah Makan Bersama, 10 Santri Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
28 Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Belum Kembalikan Laptop, Alasannya Sibuk

28 Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Belum Kembalikan Laptop, Alasannya Sibuk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X