Kompas.com - 13/08/2019, 23:10 WIB
Ilustrasi KOMPASIlustrasi

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Abdul Rahman alias Ammang (45) ditangkap polisi usai menganiaya istrinya dengan menggunakan balok kayu.

Ammang diamankan anggota Reserse Mobil (Resmob) Polsek Panakukang di rumah orang tuanya di Jalan Bontobila, Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa (13/8/2019).

Kapolsek Panakukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan, pemukulan yang dilakukan Ammang terhadap istrinya Ria (35) bermula dari kecemburuan yang dirasakan Ammang.

Baca juga: Aniaya Kekasih hingga Gigi Copot, Bripda DP Dilaporkan ke Polda DIY

Hari itu, Senin (12/8/2019),  Ammang yang sedang keluar bekerja kembali ke rumahnya karena melupakan sesuatu.

Ia terkejut mendapati istrinya juga sudah tidak ada di rumahnya. Ammang pun menunggu istrinya hingga tiba di rumah. 

"Pelaku mencoba untuk menghubungi korban namun tidak diangkat-angkat. Pada saat korban tiba, pelaku langsung melakukan penganiayaan menggunakan benda tumpul berupa kayu balok di bagian kaki korban secara berulang-ulang kali," kata Ananda. 

Pemukulan yang dilakukan Ammang sempat ditepis oleh istrinya dengan menggunakan tangan hingga pada akhirnya balok terebut menimpa bagian tubuhnya yang lain. 

Baca juga: Saksi Sebut Prada DP Sering Aniaya Kekasihnya hingga Ketakutan

Peristiwa perkelahian ini, ungkap Ananda, bukan yang pertama kalinya terjadi di kehidupan rumah tangga Ammang.

Saat diperiksa polisi, Ammang mengakui bahwa selama 10 tahun berkeluarga, istrinya tersebut kerap meninggalkan rumah tanpa sepengetahuannya. 

"Apabila pelaku menanyakan keberadaan korban, korban tidak menerimanya dengan baik sehingga memicu perselisihan dan berujung penganiayaan dan bahkan korban sampai menganiaya pelaku," tambahnya. 

Baca juga: Kisah Penyintas KDRT: Mereka yang Terhempas dan Bangkit

Ananda juga mengatakan bahwa suami istri tersebut saat ini sudah dalam tahap perceraian tetapi tak kunjung mendapatkan putusan dari pengadilan.

Hingga pada akhirnya, Ammang yang tinggal di sekitar Jalan Batua Raya 5 lorong 3, Kecamatan Panakukang, nekat menghabisi nyawa istrinya. 

Sebelum meninggal dunia, Ria sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun ia menolak untuk tinggal lebih lama di rumah sakit dan pada akhirnya meninggal dunia di rumahnya. Sementara itu, usai menganiaya Ammang sempat melarikan diri sebelum diamankan polisi. 

"Pelaku disangkakan Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X