Ditangkap karena Bakar Lahan, Warga Kubu Raya Terancam 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 06/08/2019, 10:52 WIB
Satu unit helikopter dari BPBD Provinsi Kalbar diterjunkan untuk memadamkan api karhutla di Desa Sungai Rasau 

Tribun PontianakSatu unit helikopter dari BPBD Provinsi Kalbar diterjunkan untuk memadamkan api karhutla di Desa Sungai Rasau

PONTIANAK, KOMPAS.com - Aparat kepolisian menangkap dan menetapkan AB (46) sebagai tersangka pembakar lahan secara sengaja di lahan perkebunan di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak AKP Rully Robinson mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu terjadi pada, Minggu (4/8/2019) pagi.

Saat itu, AB mengajak kerabatnya untuk pergi melihat sebuah lahan perkebunan di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Sesampainya di lokasi lahan, AB langsung mengumpulkan rumput yang sudah kering, lalu mengambil korek api dan membakarnya.

"Lahan itu sebelumnya sudah dia tebas. Dia datang ke sana memang untuk membakar, karena rumput sudah kering," kata Rully, Selasa (6/8/2019) pagi.

Baca juga: Kabut Asap Kebakaran Lahan Ganggu Penerbangan di Kalteng

Setelah rumput kering dibakar, ternyata api dengan cepat menyebar. Angin yang bertiup cukup kencang membuat api merambat ke perkebunan nanas yang berada di samping lahan AB.

Melihat itu, AB bersama kerabatnya sempat mencoba memadamkan api menggunakan pelepah kelapa sawit. Namun, usaha itu gagal, api lebih dulu membesar.

"Kemudian tersangka pergi mencari bantuan untuk memadamkan api. Dan selanjutnya tersangka diamankan ke Polresta Pontianak untuk diproses lebih lanjut," ucap Rully.

Dalam perkara itu, kepolisian mengamankan satu buah parang penebas rumput, sepatu bot warna hijau dan masker hidung.

Tersangka AB dijerat dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Sesorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun, serta denda maksimal Rp 10 miliar," kata Rully.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.