Kabut Asap Kebakaran Lahan Ganggu Penerbangan di Kalteng

Kompas.com - 05/08/2019, 18:26 WIB
Suasana Bandara Haji Asan Sampit, belum lama ini. Foto Antara Kalteng/NorjaniSuasana Bandara Haji Asan Sampit, belum lama ini.

KOMPAS.com - Semakin tebalnya kabut asap akibat kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengganggu penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin pagi.

"Untuk pagi ini sempat terjadi delay (terlambat) karena berdasarkan data BMKG, jarak pandang di bandara hanya 100 meter disebabkan kabut pagi ditambah asap. Namun, tadi pukul 08.00 WIB sudah normal," kata Kepala Bandara Haji Asan Sampit Havandi Gusli di Sampit, Senin.

Baca juga: Dampak Karhutla, Warga hingga Gubernur Riau Kena ISPA

Pantauan di lapangan, asap di Kota Sampit pada Senin pagi memang lebih tebal dibanding biasanya. Untuk mencegah tabrakan, pengendara menyalakan lampu agar terlihat oleh pengendara dari arah berlawanan.

Sebagian warga yang beraktivitas pagi hari juga terlihat mengenakan masker. Mereka berupaya menghindari terhirup asap bercampur debu kebakaran lahan yang bisa memicu penyakit infeksi saluran pernapasan akut.

Kabut asap pagi hari ternyata juga cukup pekat di ketinggian sehingga membuat jarak pandang terbatas. Penerbangan dari Surabaya dan Jakarta menuju Sampit pun terpaksa sempat tertunda demi keselamatan penerbangan.

"Secara jadwal (keterlambatan) tidak lama untuk kedatangan dari Surabaya dan Jakarta. Jadwal pesawat dari Surabaya tiba di Sampit sekitar 07.30 Wib dan dari Jakarta tiba di Sampit sekitar pukul 07.50 WIB," jelas Havandi Gusli.

Baca juga: Karhutla di Riau Meluas, Tim Pemadam Berjibaku dengan Api Siang dan Malam

Keterlambatan penerbangan akibat kabut asap ini juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Acara yang sudah dibuat juga terpaksa tertunda.

Seperti yang terjadi pada acara peresmian perpanjangan dermaga multipurpose Pelabuhan Bagendang yang dijadwalkan dilaksanakan pukul 09.00 WIB, terpaksa molor lebih dari satu jam lantaran menunggu rombongan pejabat PT Pelindo III dari Surabaya yang terlambat datang lantaran pesawat terhambat oleh asap.

"Saya mohon maaf terlambat datang. Seharusnya tadi dari Surabaya berangkat pukul 06.00 WIB tapi ternyata penerbangannya delay akibat kabut asap," kata Direktur Teknik PT Pelindo III Joko Noerhuda.

Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur H Fadlian Noor mengaku prihatin dengan kondisi ini. Dia berharap kebakaran lahan tidak semakin parah agar transportasi udara tidak sampai terganggu seperti 2015 lalu.

"Jangan ada yang membakar lahan. Jangan sampai transportasi kita terganggu karena dampaknya akan buruk terhadap aktivitas dan perekonomian," ujar Fadlian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X