BPBD Sebut Helikopter Padamkan 7 Titik Api di Puncak Gunung Arjuno

Kompas.com - 03/08/2019, 16:37 WIB
Helikopter BNPB mengambil air dari Bendungan Selorejo Malang Sabtu (3/8/2019) untuk menyiram titik api di puncak Gunung Arjuno Dokumentasi BPBD JatimHelikopter BNPB mengambil air dari Bendungan Selorejo Malang Sabtu (3/8/2019) untuk menyiram titik api di puncak Gunung Arjuno

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Suban Wahyudiono mengatakan, tim BPBD memadamkan tujuh titik api di puncak Gunung Arjuno di sisi Kota Batu Jawa Timur, Sabtu (3/8/2019) siang.

Pemadaman dilakukan dengan metode Water Bombing atau menyiramkan air menggunakan helikopter.

Suban menuturkan, penyiraman titik api dilakukan selama 3 jam sejak pukul 10.00 WIB.

"Sekali penyiraman, helikopter membawa 4.000 liter air yang diambil dari bendungan Selorejo di Kabupaten Malang," kata Suban saat dikonfirmasi.

Dalam rentang waktu itu, helikopter melakukan lima kali penyiraman.

"Jam 1 siang terpaksa dihentikan karena di puncak Gunung Arjuno mulai berkabut," jelasnya.

Baca juga: Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno Mencapai 300 Hektar

Minggu (4/8/2019) besok, kata Suban, penyiraman akan kembali dilanjutkan di lokasi puncak yang masuk wilayah Kabupaten Mojokerto. "Besok pukul 8 pagi kembali dilakukan penyiraman," jelasnya.

Dia memastikan, metode pemadaman titik api dengan Water Bombing adalah kali pertama dilakukan di Jawa Timur.

Metode tersebut terpaksa dilakukan karena titik api berada di puncak gunung dengan ketinggian 3.200 meteri di atas permukaan laut. Ketinggian itu, lanjut Suban, cukup sulit dijangkau.

"Apalagi titik tebing curam dan tidak ada sumber air," terangnya.

Baca juga: Fakta Baru Gunung Arjuno Terbakar, Diyakini Karena Ulah Manusia hingga BNPB Kerahkan Helikopter

Sejak 22 hingga 28 Juli 2019, pihaknya menerima 23 laporan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur termasuk di Gunung Arjuno yang masuk di Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo. Namun semua titik api relatif bisa dipadamkan karena berada di dataran rendah.

Akibat kebakaran hutan di Gunung Arjuno, jalur pendakian di gunung tersebut ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X