Gempa Banten Terasa hingga Cianjur, Jendela dan Pintu Rumah Warga Bergoyang

Kompas.com - 02/08/2019, 21:51 WIB
Sejumlah pengunjung RSUD Sayang Cianjur, Jawa Barat berkumpul di lapang parkir usai berhamburan keluar dari bangunan rumah sakit setelah merasakan guncangan gempa Banten 7.4 SR, Jumat (02/08/2019) malam Firman TaufiqurrahmanSejumlah pengunjung RSUD Sayang Cianjur, Jawa Barat berkumpul di lapang parkir usai berhamburan keluar dari bangunan rumah sakit setelah merasakan guncangan gempa Banten 7.4 SR, Jumat (02/08/2019) malam

CIANJUR, KOMPAS.com – Gempa bermagnitudo 7,4 di Banten, getarannya sampai terasa ke wilayah Cianjur, Jawa Barat.

Pantauan Kompas.com di ruas Jalan Siliwangi, Kelurahan Pamoyanan, Cianjur, sejumlah warga berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi.

Warga kemudian berkumpul di pinggir jalan dan halaman rumah sampai menunggu situasi dirasa aman.

Baca juga: Pasca-gempa Banten, Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak

Seorang warga setempat, Purwanda (37) mengatakan, getaran gempa cukup terasa hingga menggoyang-goyang daun pintu dan jendela rumahnya.

"Sekitar 10 detik getarannya terasa, awalnya pelan namun kencang, saya waktu itu sedang ada di rumah, pintu goyang-goyang," kata dia, kepada Kompas.com, Jumat (2/8/2019) malam.

Kepanikan juga sempat terpantau di lingkungan RSUD Sayang Cianjur. Puluhan pengunjung rumah sakit berhamburan dari dalam bangunan menuju lapangan parkir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya kebetulan lagi di dalam tiba-tiba terasa goyang-goyang lalu semua pada berlarian keluar menyelamatkan diri," tutur Nuryani Susilawati (41), salah seorang keluarga pasien.

Baca juga: Gempa Banten, Warganet Kangen Sutopo...

Namun, ia menuturkan tidak sampai ada pasien yang dibawa ke luar ruangan. "Tadi sempat pada panik semuanya, termasuk pasien juga," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi yang disampaikan Humas BNPB pada Jumat sore, gempa berkekuatan 7,4 itu terjadi sekitar pukul 19.03 WIB.

Baca juga: Gempa Banten, BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami

Pusat gempa terjadi di 7.54 LS, 104.58 BT, atau 147 km sebelah barat daya Sumur di Banten. Episentrum berada di kedalaman 10 Km.

Gempa yang guncangannya terasa hingga Bengkulu, Jawa Barat, Lampung, dan Jawa Tengah itu berpotensi tsunami untuk kawasan Banten, Bengkulu, Jawa Barat, dan Lampung. 

Namun, peringatan dini tsunami kemudian dicabut BMKG Jumat pukul 21.40 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X