Kasus Pembunuhan Taruna AKTP Makassar, Orangtua Aldama Keberatan Pelaku Dituntut 10 Tahun

Kompas.com - 31/07/2019, 21:33 WIB
Daniel Pongkala, ayah Aldama Putra Pongkala taruna tingkat 1 ATKP Makassar yang tewas dianiaya seniornya, usai bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (1/7/2019). KOMPAS.com/HIMAWANDaniel Pongkala, ayah Aldama Putra Pongkala taruna tingkat 1 ATKP Makassar yang tewas dianiaya seniornya, usai bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (1/7/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kedua orangtua Aldama Putra Pongkala, taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar yang meninggal dianiaya seniornya, keberatan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang hanya menuntut 10 tahun hukuman penjara kepada Muhammad Rusdi, terdakwa penganiayaan tersebut. 

Menurut Daniel Pongkala, ayah taruna Aldama, peristiwa penganiayaan yang dialami anaknya tersebut sudah direncanakan oleh Rusdi.

Hal ini diketahuinya dari hasil rekonstruksi perkara di kampus ATKP beberapa bulan sebelum persidangan digelar. 

Daniel mengatakan perencanaan penganiayaan yang dilakukan Rusdi terlihat usai mendapati Aldama yang tidak memakai helm saat diantar ayahnya ke kampus ATKP. 


Baca juga: Kasus Pembunuhan Taruna ATKP Makassar, Terdakwa Dituntut 10 Tahun Penjara 

Rusdi yang sudah menunggu di sebuah gazebo kampus, pada saat itu memanggil Aldama tetapi tidak langsung dianiaya melainkan diperintah oleh Rusdi untuk menghadap di baraknya pada malam harinya. 

"Kenapa malam baru dianiaya? Dari siang sampai malam itu kan berselang beberapa jam. Berarti dari bebapa jam itu dia sudah rencana apa yang akan saya (Rusdi) kasih nanti (untuk Aldama)," ujar Daniel sewaktu diwawancara di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (31/7/2019).

Menurut Daniel, tidak seharusnya jaksa penuntut umum mengenakan pasal 338 KUHP kepada terdakwa Muhammad Rusdi.

Ia beranggapan pasal 355 ayat 2 lebih tepat bila didakwakan dalam kasus yang membuat anaknya tersebut meninggal dunia. 

Baca juga: Terdakwa Pembunuhan Taruna ATKP: Aldama Berkeringat Sebelum Dipukul 

"Pasal 355 itu berarti perencanaan yang mengakibatkan korban meninggal (hukumannya) minimal 15 tahun. Kalau di bawah 15 tahun saya tidak terima berarti kita tidak mengikuti aturan yang ada di Indonesia," imbuhnya.

Pembunuhan sudah direncanakan

Muhammad Rusdi (21), terdakwa kasus pembunuhan Aldama Putra Pongkala, taruna tingkat 1 ATKP Makassar saat bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (10/7/2019).KOMPAS.com/HIMAWAN Muhammad Rusdi (21), terdakwa kasus pembunuhan Aldama Putra Pongkala, taruna tingkat 1 ATKP Makassar saat bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (10/7/2019).
Sementara itu, Mariati, ibu dari Aldama juga sangat keberatan dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 2 WNA Tewas Akibat Speed Boat Terbalik di Devil''s Tear Lembongan

Kronologi 2 WNA Tewas Akibat Speed Boat Terbalik di Devil''s Tear Lembongan

Regional
Identitas 2 WNA Korban Speed Boat Terbalik di Devil's Tear Nusa Lembongan

Identitas 2 WNA Korban Speed Boat Terbalik di Devil's Tear Nusa Lembongan

Regional
Fakta Ribuan Ikan Mati di Pantai Ambon, Bau Amis Menyengat hingga LIPI Ambil Sampel Bangkai

Fakta Ribuan Ikan Mati di Pantai Ambon, Bau Amis Menyengat hingga LIPI Ambil Sampel Bangkai

Regional
Kisah Afuk, Kayuh Sepeda Onthel Sejauh 276 Kilometer untuk Kembalikan Dompet

Kisah Afuk, Kayuh Sepeda Onthel Sejauh 276 Kilometer untuk Kembalikan Dompet

Regional
Siswa Iseng Bakar Sampah di Sekolah, 2 Laboratorium Ludes Terbakar

Siswa Iseng Bakar Sampah di Sekolah, 2 Laboratorium Ludes Terbakar

Regional
TPAS Makassar yang Terbakar Timbulkan Bau Menyengat, Sekolah Diliburkan

TPAS Makassar yang Terbakar Timbulkan Bau Menyengat, Sekolah Diliburkan

Regional
Fraksi Demokrat DPRD Bandung Benarkan Anggotanya Ditahan di Polresta Padang

Fraksi Demokrat DPRD Bandung Benarkan Anggotanya Ditahan di Polresta Padang

Regional
Akibat Kabut Asap,  Kualitas Udara Palangkaraya Masuk Kategori Berbahaya

Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Palangkaraya Masuk Kategori Berbahaya

Regional
Kronologi Pelanggar Lalu Lintas Bakar Motornya karena Ditilang

Kronologi Pelanggar Lalu Lintas Bakar Motornya karena Ditilang

Regional
Diduga Akibat Gunakan Steker Rusak, Rumah di Ngawi Ludes Dilalap Api

Diduga Akibat Gunakan Steker Rusak, Rumah di Ngawi Ludes Dilalap Api

Regional
Kasus Pidato Rasis Ketua Nasdem Tanjungpinang Dihentikan

Kasus Pidato Rasis Ketua Nasdem Tanjungpinang Dihentikan

Regional
 BNPB Kewalahan Padamkan Api, Kebakaran Meluas Kabut Asap Semakin Parah

BNPB Kewalahan Padamkan Api, Kebakaran Meluas Kabut Asap Semakin Parah

Regional
Pria Ini Tewas Dibacok Temannya karena Tertawa Sambil Merokok Saat Utang Ditagih

Pria Ini Tewas Dibacok Temannya karena Tertawa Sambil Merokok Saat Utang Ditagih

Regional
Kabut Asap di Palangkaraya Semakin Pekat, Sekolah Diliburkan

Kabut Asap di Palangkaraya Semakin Pekat, Sekolah Diliburkan

Regional
Kisah Relawan Lewati Bukit di Pedalaman NTT Demi Tolong Penderita Gangguan Jiwa yang Dipasung

Kisah Relawan Lewati Bukit di Pedalaman NTT Demi Tolong Penderita Gangguan Jiwa yang Dipasung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X