Wabup Kudus Baru Tahu Ada Penyegelan KPK Setelah Buka Ponsel Usai Jumatan

Kompas.com - 26/07/2019, 18:54 WIB
Segel pita berwarna merah hitam bertuliskan KPK dibentangkan di pintu masuk ruangan staf khusus Bupati Kudus, Jumat (26/7/2019) siang. KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOSegel pita berwarna merah hitam bertuliskan KPK dibentangkan di pintu masuk ruangan staf khusus Bupati Kudus, Jumat (26/7/2019) siang.
KUDUS, KOMPAS.com - Wakil Bupati Kudus, Jawa Tengah, Hartopo, menyampaikan, dirinya tidak mengetahui perihal kedatangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Kudus, hingga kemudian berita OTT Bupati Kudus M tamzil tersebar. 
 
Hartopo berujar jika sejak pagi ia sudah disibukkan dengan sejumlah agenda kegiatan.
 
Hartopo pun menyebut jika baru mengetahui seputar penggeledahan dan penyegelan yang dilakukan KPK di sejumlah tempat sepulang menunaikan ibadah salat Jumat.
 
"Handphone saya tinggal di rumah karena saya banyak kegiatan. Sepulang jumatan, saya membuka handphone di rumah dan baru mengetahui informasi penggeledahan dan penyegelan KPK. Jadi saya baru tahu sekitar jam satu siang. Saya pun terkejut akan hal itu. Di medsos juga ramai," terang Hartopo saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Jumat (26/7/2019) petang.
 
 
Dijelaskan Hartopo, hingga saat ini dirinya belum sempat berkomunikasi dengan Bupati Kudus, M Tamzil.
 
Hartopo menyebut terakhir kali bertemu dan berkomunikasi dengan M Tamzil yakni saat acara pelepasan haji di Kudus pada Kamis (25/7/2019) sore.
 
"Saat itu saya pamit pulang kepada pak Tamzil karena sudah rampung. Untuk pak Sekda Kudus, Samani Intakoris katanya sedang izin luar kota acara keluarga," ungkapnya.
 
Hartopo berharap semua permasalahan yang terjadi bisa segera terselesaikan dengan baik. Hartopo menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.
 
 
"Saya tidak tahu menahu, saya hanya berharap semua berjalan dengan baik. Dan saya pastikan pemerintahan di Kudus berjalan dengan baik pula," pungkas Hartopo.
 
Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel dua ruangan di kompleks Setda Pemkab Kudus, Jawa Tengah yaitu ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus dan ruang kerja staf Khusus Bupati Kudus, Jumat (26/7/2019) siang.
 
Petugas KPK juga menyegel rumah dinas Sekda Kudus dan Rumah Dinas Bupati Kudus.
 
Penyegelan yang dilakukan oleh tim Antirasuah ini sontak menarik simpati para pegawai di lingkungan Pemkab Kudus.
 
Baca juga:
 
 

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

Regional
Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Regional
Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X