21 RS di Banten Turun Kelas, Gubernur Wahidin Protes Kemenkes

Kompas.com - 23/07/2019, 13:11 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui di Gedung BPSDM, Kabupaten Pandeglang, Selasa (23/7/2019). Acep NazmudinGubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui di Gedung BPSDM, Kabupaten Pandeglang, Selasa (23/7/2019).

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan 21 rumah sakit di Provinsi Banten turun kelas. Rumah sakit tersebut tersebar di 7 kabupaten kota.  

Dari 21 rumah sakit yang direkomendasikan turun kelas, lima di antaranya milik pemerintah daerah. 

Antara lain RSUD Banten dari B menjadi C, RSUD dr Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang dari B menajdi C, RSUD dr Adjidarmo Lebak dari B menjadi C, dan RSUD Tangerang Tangerang Selatan dari C ke D. 

Baca juga: Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Turunnya rekomendasi ini lantas diprotes Gubernur Banten Wahidin Halim. Dia mengatakan keberatan lantaran rumah sakit tersebut sudah memenuhi standar pelayanan maupun SDM dan fasilitas.

"Itu yang kita protes, kita akan lakukan gugatan ke Kemenkes, apa alasannya, apa karena kaitannya dengan BPJS, akan kita pertanyakan," kata Wahidin saat ditemui di gedung BPSDM, Pandeglang, Selasa (23/7/2019).

Wahidin menilai, selama ini pihaknya sudah bekerja keras untuk memenuhi standar yang sesuai dengan aturan Kemenkes. Seperti di RSUD Banten dan Malingping yang baru-baru ini dibangun fasilitas enam poliklinik dan pengangkatan dokter spesialis. 

Baca juga: Dipanggil Mendagri Terkait Sikap Wali Kota Tangerang, Gubernur Banten Siap Datang

Dia menganggap kebijakan soal penurunan kelas rumah sakit tersebut kontradiktif di saat pemerintah daerah berusaha keras untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

"Ini kan ironis, mangkanya saya tugaskan sekda untuk lakukan koordinasi, buatkan proposal pertanyaan kenapa di Banten RS provinsi turun kelas," kata dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Regional
Cerita Nelayan Natuna, Gali Lubang Tutup Lubang untuk Cari Ikan di Surga Bahari Perbatasan

Cerita Nelayan Natuna, Gali Lubang Tutup Lubang untuk Cari Ikan di Surga Bahari Perbatasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X