Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Kompas.com - 23/07/2019, 07:02 WIB
Petugas dari Balai Pelestarian dan Cagar Budaya (BPCP) Banten tengah melakukan ekskavasi atau penggalian di kawasan Keraton Surosowan, Senin (22/7/2019) Acep NazmudinPetugas dari Balai Pelestarian dan Cagar Budaya (BPCP) Banten tengah melakukan ekskavasi atau penggalian di kawasan Keraton Surosowan, Senin (22/7/2019)

SERANG, KOMPAS.com - Balai Pelestarian dan Cagar Budaya (BPCB) Banten menemukan reruntuhan bangunan di kawasan Keraton Surosowan. Struktur yang ditemukan diduga bekas ruangan istana yang jadi bagian Kesultanan Banten. 

Arkeolog BPCB Banten yang terlibat dalam proses penggalian situs, Riko Fajrian mengatakan, reruntuhan bangunan ditemukan saat pihaknya melakukan ekskavasi atau penggalian di bagian utara Keraton Surosowan.  

"Kami lakukan ekskavasi sudah sekitar lima minggu di bagian utara Keraton Surosowan. Kita temukan struktur bata, kemudian temuan lepas keramik dan pecahan gerabah," kata Riko saat ditemui di lokasi ekskavasi di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Senin (22/7/2019).

Baca juga: Struktur Mirip Fondasi di Situs Peninggalan Majapahit di Jombang Diduga Petirtaan

Riko menjelaskan, temuan tersebut berada di satu titik di bawah tanah yang diduga merupakan bekas ruangan bangunan istana peninggalan Kesultanan Banten.

Dari struktur reruntuhan bangunan, Rico menduga ruangan tersebut merupakan bagian dari ruang penyambutan tamu di Keraton Surosowan. Ruangan tersebut terhubung dengan ruangan utama istana yang sudah lebih dulu ditemukan. 

Petugas dari Balai Pelestarian dan Cagar Budaya (BPCP) Banten tengah melakukan ekskavasi atau penggalian di kawasan Keraton Surosowan, Senin (22/7/2019)Acep Nazmudin Petugas dari Balai Pelestarian dan Cagar Budaya (BPCP) Banten tengah melakukan ekskavasi atau penggalian di kawasan Keraton Surosowan, Senin (22/7/2019)
Dari identifikasi sementara, diduga reruntuhan dan benda-benda yang berhasil ditemukan sudah berusia ratusan tahun lalu. Paling lama dari abad ke-17. Dugaan ini berasal dari keramik yang ditemukan yang merupakan peninggalan Dinasti Ming. 

"Keramik dugaan awal berasal dari Dinasti Cing Tiongkok sekitar abad 19, kemudian Dinasti Ming abad 17," kata dia.

Baca juga: Penggalian di Lokasi Situs Peninggalan Majapahit, Ditemukan Struktur Lain

Benda-benda yang sudah ditemukan tersebut kini dibawa ke Museum Kesultanan Banten untuk dilakukan pembersihan serta identifikasi lebih lanjut. 

Pihak BPCB Banten berencana melakukan ekskavasi di  kawasan Keraton Surosowan hingga empat bulan ke depan. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Regional
Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Regional
Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Regional
Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Regional
Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Regional
Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Regional
Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Regional
Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Regional
Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Regional
Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Regional
Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Regional
[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

Regional
Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Regional
4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

Regional
Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X