Pesantren yang Pimpinannya Diduga Cabuli 15 Santri Diminta Tak Lagi Beroperasi

Kompas.com - 19/07/2019, 17:04 WIB
Puluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019). KOMPAS.com/MASRIADIPuluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019).

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Warga Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, minta agar pesantren yang pimpinannya ditangkap dalam kasus pencabulan santri, tidak lagi beroperasi di kompleks itu.

Pesantren itu diminta diminta pindah setelah masa kontrak telah habis.

“Merespons pencabutan pembekuan pesantren dari Pemerintah Kota Lhokseumawe, warga dan pengurus kompleks sudah gelar rapat. Keputusan rapat tidak lagi mengizinkan pesantren beroperasi di kompleks itu,” kata salah seorang pengurus kompleks, Aling Kamaruzzaman, saat dihubungi, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Kasus Pencabulan Santri di Aceh, Polisi Tangkap 3 Orang dan Tak Akan Kabulkan Penangguhan Penahan, Ini faktanya

Aling minta agar pesantren itu dipindahkan ke lahan milik pesantren yang tak jauh dari kompleks tersebut.

"Intinya jangan di kompleks lagi. Masa sewa mereka paling lambat itu habis April 2020, setelah itu kita minta mereka meniggalkan kompleks, Kalau mereka beroperasi di lahan mereka sendiri ya silakan, itu urusan mereka,” katanya.

Keputusan itu, kata Aling telah diteruskan ke kepala desa, camat, dan wali kota. Sehingga diharapkan pemerintah bisa menyampaikan langsung secara resmi sikap warga pada pengurus pesantren.

“Ke pengurus pesantren yang baru juga kami sampaikan. Namun, kita mintakan juga agar pemerintah menyampaikan sikap warga ini ke pengurus pesantren,” ujarnya.

Baca juga: Pimpinan Pesantren yang Cabuli Santri Dicoret dari Pengurus Yayasan

Sebelumnya diberitakan, pimpinan dan guru pondok pesantren di Lhokseumawe berinisial AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap 15 santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X