Pimpinan Pesantren yang Cabuli Santri Dicoret dari Pengurus Yayasan

Kompas.com - 17/07/2019, 13:25 WIB
Puluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019). KOMPAS.com/MASRIADIPuluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019).

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Lhokseumawe menggelar rapat dengan Pesantren AN, yang pimpinan dan seorang gurunya masing-masing berinisial AI dan MY ditangkap polisi dalam kasus pencabulan santri.

Dalam rapat itu, sejumlah pengurus pesantren berjanji melakukan restrukturisasi yayasan.

“Kami sudah duduk dengan pengurus pesantren dan yayasannya. Mereka sudah menyatakan mencoret AI dan MY dari kepengurusan yayasan maupun pengurus pesantren. Jadi restrukturisasi ini,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Lhokseumawe Muslem, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Pemerintah Cabut Pembekuan Pesantren yang Pimpinannya Cabuli Santri

Dia menyebutkan, restrukturisasi itu sedang diubah pada salah satu notaris di Kota Lhokseumawe.

Dia memastikan, dalam struktur baru tidak ada lagi nama AI dan MY, tersangka dalam kasus pencabulan santri yang kini ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

Namun, saat ditanya siapa yang menggantikan pimpinan pesantren tersebut, Muslem enggan menjawab. Dia mengaku lupa nama pimpinan pesantren yang baru tersebut.

“Wah saya lupa nama pimpinan pesantren sekarang. Yang jelas AI dan MY itu sudah tidak ada lagi di pesantren itu, bahkan di aktenya juga sudah tidak ada. Kami sedang menunggu akte terbaru dan struktur baru pengurus pesantren itu,” kata Muslem.

Baca juga: Ini Fakta Baru Kasus Pencabulan Santri di Aceh, Korban Bertambah hingga Pimpinan dan Guru Pesantren Dijerat dengan Qanun

Dia berharap peristiwa tersebut tidak pernah lagi terjadi di seluruh pesantren dalam wilayah Kota Lhokseumawe.

“Semoga cukup kasus ini satu jadi pelajaran kita semua. Jangan terulang lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

Sejauh ini, polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima di antaranya telah dimintai keterangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X