Puntung Rokok Picu Kebakaran Lahan di Bangka

Kompas.com - 18/07/2019, 16:06 WIB
Kebakaran lahan di kawasan gerbang Air Itam, Temberan, Bangka Tengah, Rabu (17/7/2019). HERU DAHNURKebakaran lahan di kawasan gerbang Air Itam, Temberan, Bangka Tengah, Rabu (17/7/2019).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Sedikitnya tiga titik lahan terbakar dalam tempo 24 jam terakhir di Kepulauan Bangka Belitung.

Penyebabnya diduga karena cuaca panas dan tersulut api dari puntung rokok.

"Sejumlah kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini diduga karena puntung rokok. Maklum musim kering," kata Kepala BPBD Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa kepada Kompas.com di Pangkal Pinang, Rabu (17/7/2019).

Tiga lokasi yang mengalami kebakaran yakni di Kelurahan Pancur Pangkalbalam, Desa Penyak Bangka Tengah dan Simpang Air Itam Temberan.

Baca juga: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sebabkan Kebakaran Lahan di Aceh

Dia menuturkan, kebakaran yang terjadi bisa dipadamkan dengan cepat karena petugas yang sudah disiagakan 24 jam.

Selain itu, laporan masyarakat ikut membantu upaya penanggulangan dilakukan sedini mungkin.

"Rata-rata yang kena 1 sampai 2 hektar lahan. Kami kerahkan Damkar gabungan provinsi dan kabupaten/kota setempat," ucapnya.

Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah serta terganggunya akses transportasi.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Riau Makin Meluas, Kabut Asap Makin Tebal



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X