Jauh dari Jangkauan, Ribuan Korban Gempa di 2 Kecamatan di Maluku Utara Belum Tertangani

Kompas.com - 15/07/2019, 14:17 WIB
Warga di Hamlahera Selatan masih mengungsi di lokasi aman dan belum berani kembali ke rumahnya, Senin (15/7/2019) RAHMAT RAHMAN PATTYWarga di Hamlahera Selatan masih mengungsi di lokasi aman dan belum berani kembali ke rumahnya, Senin (15/7/2019)

AMBON,KOMPAS.com- Ribuan warga di Kecamatan Gane Timur dan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara yang menjadi korban gempa magnitudo 7,2 hingga kini belum mendapatkan penanganan tanggap darurat dari otoritas berwenang.

Penanganan tanggap darurat terhadap korban bencana di dua kecamatan tersebut sedikit megalami kesulitan lantaran dua kecamatan tersebut sangat sulit dijangkau baik melalui laut maupun darat.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara Ali Yau mengatakan, saat ini tim dari BPBD Maluku Utara dan juga Pemda Halmahera Selatan baru bergerak menuju ke dua kecamatan tersebut untuk mendata jumlah pengungsi dan juga dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

“Ada ribuan pengungsi di sana tapi belum tertangani, saat ini tim dari BPBD dan Pemda Halmahera Selatan sedang bergerak kesana,”kata Ali kepada Kompas.com saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (15/7/2019).

Baca juga: 61 Gempa Susulan Terjadi Pasca-gempa Mangnitudo 7,2 Halmahera Selatan

Dia menjelaskan, dari data yang diperoleh, dua kecamatan tersebut ikut mengalami kerusakan paling parah akibat gempa. Namun, karena sulit ditempuh maka BPBD dan Pemda Halmahera Selatan baru bergerak ke lokasi bencana.

“Dua kecamatan itu sangat sulit untuk dijangkau, kalau lewat speedboat dari Labuha menuju Gane Timir dan Gane Barat itu membutuhkan waktu lebih dari 5 jam, sedangkan kalau perjalanan darat dari Sofifi itu lebih dari 4 jam,”ungkapnya.

Menurutnya, saat ini tim dari BPBD Maluku Utara telah tiba di dua kecamatan tersebut dan sementara melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang rusak termasuk juga mendata para pengungsi.

“Tim dari Pemda Halmahera Selatan juga telah bergerak dengan membawa logistik berupa terpal, selimut, bahan makanan hingga tenaga medis,”ujarnya.

Menurutnya, dari laporan sementara yang diterima, ada ribuan warga di dua kecamatan tersebut yang mengungsi karena rumah-rumah mereka hancur akibat gempa.

”Ada yang masih bertahan di gunung dan lokasi aman lainnya," ujarnya.

Baca juga: Gempa Maluku Sebabkan 2 Warga Tewas, 1 Belum Teridentifikasi

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 sebelumnya mengguncang wilayah Labuha pada pukul 18.10 Wit. Episentrum gempa tersebut berada pada titik koordinat 0.59 lintang selatan dan 128.06 bujur barat atau berjarak 62 km timur laut Labuha, Maluku Utara. Adapun gempa tersebut berada pada kedalaman 10 km di bawah permukaan laut.

Akibat gempa tersebut, ratusan rumah warga yang tersebar di sejumlah kecamatan di di wilayah tersebut rusak dan roboh. Gempa tersebut juga memaksa ribuan warga terpaksa keluar dari rumah-rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang aman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X