Gubernur: Legalkan Miras Sopi di Maluku Timbulkan Perdebatan di Masyarakat

Kompas.com - 28/06/2019, 15:18 WIB
Gubernur Maluku, Murad Ismail saat diwawancarai sejumlah wartawan usai mengikuti acara Deklarasi Maluku Cinta Damai di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Kota AMbon, Jumat (28/6/2019) RAHMAT RAHMAN PATTY/KOMPAS.comGubernur Maluku, Murad Ismail saat diwawancarai sejumlah wartawan usai mengikuti acara Deklarasi Maluku Cinta Damai di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Kota AMbon, Jumat (28/6/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Gubernur Maluku, Murad Ismail secara tegas menolak upaya melegalkan minuman keras tradisional jenis sopi.

Ia mengatakan, melegalkan Sopi dapat melahirkan pertentangan di masyarakat luas. Sebab masyarakat Maluku merupakan masyarakat religius yang memiliki karakteristik sosial yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia.

“Maluku ini berbeda dengan daerah lain. Jangan ada lagi yang mengatakan mau melegalkan sopi,” kata Murad kepada wartawan saat acara Deklarasi Maluku Cinta Damai di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Ambon, Jumat (28/6/2019).

Baca juga: Gubernur Maluku Tolak Minuman Tradisional Sopi Dilegalkan

Tanpa menjelaskan secara detail dampak buruk jika Sopi dilegalkan di Maluku, Murad meminta sejumlah pihak yang menginginkan agar Sopi dapat dilegalkan di Maluku untuk berhenti menyampaikan pendapatnya, karena hanya akan menimbulkan perdebatan di masyarakat.

“Jangan bandingkan Maluku dengan NTT, Manado dan Bali,”ujarnya.

Menurut Murad, saat masih menjabat Kapolda Maluku, dia gencar memberantas peredaran sopi di masyarakat. Bahkan setiap anak buahnya yang terlibat bisnis peredaran sopi dan mengkonsumsi minuman beralkohol tinggi itu langsung diberikan sanksi tegas.

“Waktu saya masih jabat Kapolda, anak buah saya yang konsumsi sopi langsung saya buang ke tempat Jin buang anak,” ujarnya setengah bercanda.

Baca juga: Pendeta Pimpin Warga Demo Tolak Minuman Keras di Mimika

Wacana melegalkan sopi di Maluku mengemuka hingga menjadi kontroversi di masyarakat setelah Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno menyampaikan niat pemerintah Provinsi Maluku bersama DPRD Maluku melegalkan minuman tradisional tersebut dua pekan lalu.

Saat itu Barnabas Orno mengungkapkan jika ia akan mendorong sopi untuk dilegalkan dan mendorong agar dibuat Perda untuk mengatur produksi dan distribusi sopi agar lebih tertib dan menguntungkan pendapatan daerah.

Namun beberapa hari setelah pernyataan itu menjadi polemik di masyarakat, Barnabas kemudian menyampaikan permohonan maaf dan menarik ucapannya itu.

Polemik melegalkan sopi muncul di Maluku dan menjadi perbincangan hangat berbagai kalangan setelah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melegalkan minuman tradisonal dengan branding Sopia di wilayah tersebut..



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X