Situs Purbakala Kawasan Keraton di Mojokerto Bisa Dikelola Pihak Desa

Kompas.com - 27/06/2019, 10:33 WIB
Petugas dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan observasi di lokasi penemuan situs purbakala di Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. KOMPAS.com/DOK. BPCB JATIMPetugas dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan observasi di lokasi penemuan situs purbakala di Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Lokasi penemuan bata kuno beserta sejumlah benda purbakala di Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, beberapa hari lalu, berada di kawasan Cagar Budaya Nasional.

Arkeolog dari BPCB Jawa Timur di Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, berdasarkan analisa ahli sejarah dan arkeolog, wilayah Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto diidentifikasi sebagai pusat Kerajaan Majapahit.

Pada 30 Desember 2013, wilayah Kecamatan Trowulan bersama Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, serta Kecamatan Mojoagung dan Mojowarno Kabupaten Jombang, telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Penemuan Bata Kuno di Pakis Mojokerto, Diduga Kawasan Keraton Majapahit

Wicaksono menjelaskan jika kawasan cagar budaya merupakan kawasan yang memiliki dua situs cagar budaya atau lebih yang letaknya berdekatan atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas.  

Di Kecamatan Trowulan, terdapat beberapa situs purbakala peninggalan masa Kerajaan Majapahit dengan ciri yang khas serta lokasinya saling berdekatan.

"Trowulan ini ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional oleh menteri dan Desa Pakis masuk dalam kawasan tersebut," ujar Wicaksono saat ditemui di Kantor BPCB Jawa Timur di Trowulan, Rabu (26/6/2019).

Menurut Wicaksono, karena berada di kawasan cagar budaya peninggalan kerajaan Majapahit, penemuan situs purbakala di Dusun Pakis Kulon, Desa Pakis, menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti.

Baca juga: 5 Fakta Bata Kuno di Mojokerto, Diduga Milik Bangsawan Majapahit hingga Benda Asal Dinasti Ming

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, setiap penemuan benda yang diduga sebagai benda cagar budaya wajib untuk dilaporkan dan diselamatkan dari kerusakan," katanya.

Wicaksono mengungkapkan, setelah observasi awal, BPCB akan melakukan observasi lanjutan hingga ekskavasi di lokasi penemuan situs purbakala di Desa Pakis.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Mojokerto, Pemerintahan Desa Pakis, serta pemilik lahan. Langkah itu dilakukan untuk penyelamatan dan pelestarian benda-benda cagar budaya yang ditemukan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

Regional
Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Regional
Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Regional
Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Regional
Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X