Penemuan Bata Kuno di Pakis Mojokerto, Diduga Kawasan Keraton Majapahit

Kompas.com - 26/06/2019, 20:19 WIB
Petugas dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan observasi di lokasi penemuan situs purbakala di Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. KOMPAS.com/DOK. BPCB JATIM Petugas dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan observasi di lokasi penemuan situs purbakala di Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Lokasi penemuan bata kuno yang diikuti dengan penemuan serpihan tembikar genting dan porselin di wilayah Trowulan Mojokerto beberapa hari lalu, ditengarai masuk kompleks istana kerajaan Majapahit.

Arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan, dari hasil observasi awal, situs purbakala yang ditemukan di Dusun Pakis Kulon, Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, teridentifikasi sebagai bekas permukiman elit.

Menurut dia, jika dihubungkan dengan lokasi sejumlah situs purbakala yang ditemukan sebelumnya, ada kemungkinan lokasi penemuan benda-benda cagar budaya di Desa Pakis Trowulan tersebut, dulunya merupakan kompleks istana kerajaan Majapahit.

Baca juga: Selain di Mojokerto, Bata Kuno Era Majapahit Ditemukan di Jombang

Penemuan situs purbakala di Dusun Pakis Kulon, lokasinya tak terlalu jauh dengan lokasi Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, serta Kolam Segaran. Jarak situs purbakala di Pakis dengan beberapa situs tersebut, sekitar 3 kilometer.

Wicaksono Dwi Nugroho, arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan Mojokerto, saat melakukan observasi di lokasi penemuan benda-benda kuno di Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/6/2019).KOMPAS.com/HANDOUT Wicaksono Dwi Nugroho, arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan Mojokerto, saat melakukan observasi di lokasi penemuan benda-benda kuno di Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/6/2019).

"Ya (kompleks istana kerajaan), kurang lebih seperti itu," ujar Wicaksono saat ditemui di Kantor BPCB Jawa Timur di Trowulan, Rabu (26/6/2019).

Asumsi itu, lanjut Wicaksono, didukung dengan berbagai literasi tentang sejarah kerajaan Majapahit. Apalagi, kawasan Trowulan juga merupakan kawasan cagar budaya terkait kerajaan Majapahit.

"Kawasan Trowulan ini, para ahli sejarah mau pun arkeolog mengidentifikasi sebagai Kedaton, keraton Majapahit. Bukan Ibu kota ya, tapi keraton," jelasnya.

Baca juga: Bata Kuno di Mojokerto Diduga Bekas Permukiman Elite Bangsawan Majapahit

Sebelumnya diberitakan, tumpukan batu bata kuno yang terstruktur sebagai bekas bangunan ditemukan di lahan milik Basuki Slamet, warga Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Selain tumpukan bata kuno, di lokasi yang sama juga ditemukan serpihan tembikar genting dan porselin. Benda-benda cagar budaya tersebut, diduga merupakan peninggalan era Majapahit.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, sebagai situs purbakala tersebut diperkirakan sebagai bekas hunian 'elite' kaum bangsawan pada abad ke 15.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X