Bata Kuno di Mojokerto Diduga Bekas Permukiman Elite Bangsawan Majapahit

Kompas.com - 25/06/2019, 18:11 WIB
Wicaksono Dwi Nugroho, arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan Mojokerto, saat melakukan observasi di lokasi penemuan benda-benda kuno di Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/6/2019). KOMPAS.com/HANDOUTWicaksono Dwi Nugroho, arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan Mojokerto, saat melakukan observasi di lokasi penemuan benda-benda kuno di Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (24/6/2019).

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Batu bata kuno yang terstruktur sebagai bekas bangunan peninggalan zaman Majapahit, ditemukan Dusun Pakis Kulon, Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Berdasarkan hasil observasi awal, lokasi tempat penemuan bata kuno beserta porselin dan tembikar genting tersebut diperkirakan merupakan bekas hunian "elite" kaum bangsawan pada abad ke-15 Masehi.

Arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, berdasarkan pemeriksaan awal, batu bata kuno itu diperkirakan merupakan sebuah pondasi bangunan rumah karena struktur tumpukan batu bata yang saling terhubung.

"Kami interpretasikan, bangunan ini pondasinya dari bata, dinding kayu, atapnya menggunakan genteng. Karena, cukup banyak fragmen tembikar genting yang kami temukan di sini," kata Wicaksono kepada Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Bata Kuno Ditemukan di Mojokerto, Diduga Peninggalan Era Majapahit

Menurut Wicaksono, jika melihat pada struktur tumpukan bata dengan panjang hinggga 40 meter dan lebar 30 meter tersebut, kemungkinan lokasi itu dulunya merupakan bangunan elite. Itu juga didukung dengan adanya temuan benda-benda kuno zaman Dinasti Ming.

"Ada temuan lepas berupa mangkuk (porselin keramik) dari abad Dinasti Ming yang berkaitan dengan rumah tinggal. Bisa dibilang (rumah ini) bukan dari masyarakat biasa, bisa saudagar atau bangsawan Majapahit. Dilihat dari luasan struktur dan penemuan lepas tadi," beber Wicaksono.

Keyakinan bahwa tempat ditemukannya bata kuno tersebut merupakan bekas hunian elit, lanjut Wicaksono, didukung dengan struktur bata yang terpasang secara rapi. Batu bata disusun menggunakan nat atau jeda dari tanah liat atau tanah lempung.

"Jika kita analogi perbandingan dengan temuan lain di Trowulan, bangunan yang disusun dengan nat tanah liat, biasanya kita temukan di permukiman. Seperti di Sumur Upas, atau museum. Jika menggunakan nat bata gosok, itu merupakan bangunan monumental, seperti candi, gapura dan petirtaan," papar Wicak, sapaan akrabnya.

Saat ini, lanjut Wicak, temuan situs purbakala tersebut masih dalam kajian pihak BPCB Jatim di Trowulan. Pihaknya akan segera melaporkan temuan situs itu untuk bisa dilakukan ekskavasi lebih dalam.

Sebelumnya diberitakan, tumpukan batu bata kuno yang terstruktur sebagai bekas bangunan ditemukan di lahan milik Basuki Slamet, warga Dusun Pakis Kulon, Desa Karang Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Baca juga: Situs Purbakala di Tol Pandaan-Malang Direncanakan Jadi Museum Terbuka

Selain tumpukan bata kuno, di lokasi yang sama juga ditemukan serpihan tembikar genting dan porselen. Benda-benda kuno tersebut, diduga merupakan peninggalan era Majapahit.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan petugas Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan Mojokerto, benda-benda kuno tersebut terindikasi kuat sebagai situs purbakala peninggalan zaman Majapahit pada abad ke-15.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di DIY Dinyatakan Sembuh

Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di DIY Dinyatakan Sembuh

Regional
Seorang Ibu Hamil Berstatus ODP Covid-19 Meninggal Saat Hendak Melahirkan

Seorang Ibu Hamil Berstatus ODP Covid-19 Meninggal Saat Hendak Melahirkan

Regional
Diduga Belum Bayar Uang Kuliah, Mahasiswi Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Belum Bayar Uang Kuliah, Mahasiswi Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Cerita Pasien Pertama di Malang yang Sembuh, Didukung Teman dan Tahu Positif Corona Setelah Pulang ke Rumah

Cerita Pasien Pertama di Malang yang Sembuh, Didukung Teman dan Tahu Positif Corona Setelah Pulang ke Rumah

Regional
Tak Diketahui Riwayat Penyakitnya, Pasien Meninggal di UGD RSUD Ungaran Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

Tak Diketahui Riwayat Penyakitnya, Pasien Meninggal di UGD RSUD Ungaran Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

Regional
4 Fakta 9 Polisi Aniaya Warga hingga Tewas, Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara dan Keluarga Minta Keadilan

4 Fakta 9 Polisi Aniaya Warga hingga Tewas, Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara dan Keluarga Minta Keadilan

Regional
Lima Pasien Positif Corona asal Magetan Sembuh, Salah Satunya Ada Anak Usia 10 Tahun

Lima Pasien Positif Corona asal Magetan Sembuh, Salah Satunya Ada Anak Usia 10 Tahun

Regional
Pasien Positif Covid-19 yang Mengamuk Saat Dievakuasi Terpaksa Diisolasi Mandiri

Pasien Positif Covid-19 yang Mengamuk Saat Dievakuasi Terpaksa Diisolasi Mandiri

Regional
'Mereka Mencoba Ketegasan Kami, Dibubarkan atau Tidak'

"Mereka Mencoba Ketegasan Kami, Dibubarkan atau Tidak"

Regional
Sepekan, ODP Covid-19 di Kabupaten Landak Melonjak Jadi 1.480 Orang

Sepekan, ODP Covid-19 di Kabupaten Landak Melonjak Jadi 1.480 Orang

Regional
Bagaimana KKB Bisa Menyusup dan Lakukan Penembakan di Sekitar Freeport Kuala Kencana Timika?

Bagaimana KKB Bisa Menyusup dan Lakukan Penembakan di Sekitar Freeport Kuala Kencana Timika?

Regional
Siapkan Dana Rp 75 Miliar, Pemkot Bandung Kesulitan Cari Sembako dan Alkes

Siapkan Dana Rp 75 Miliar, Pemkot Bandung Kesulitan Cari Sembako dan Alkes

Regional
Kisah Polisi Tasikmalaya Bantu Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan Mendapat Apresiasi Kapolda Jabar

Kisah Polisi Tasikmalaya Bantu Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan Mendapat Apresiasi Kapolda Jabar

Regional
Pedagang Tetap Jualan meski Pasar Ditutup, Polisi: Mereka Menguji Ketegasan Kami

Pedagang Tetap Jualan meski Pasar Ditutup, Polisi: Mereka Menguji Ketegasan Kami

Regional
Sejumlah Desa di Pekalongan Larang Masuk 'Bank Tongol' hingga Debt Collector

Sejumlah Desa di Pekalongan Larang Masuk 'Bank Tongol' hingga Debt Collector

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X