Selain di Mojokerto, Bata Kuno Era Majapahit Ditemukan di Jombang

Kompas.com - 25/06/2019, 21:22 WIB
Batu bata kuno ditemukan di bekas areal persawahan di Dusun Kedaton, Desa Bulorejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Benda yang diduga peninggalan era Majapahit itu ditemukan warga penggali pasir, pada Maret 2019 lalu. KOMPAS.com/HANDOUTBatu bata kuno ditemukan di bekas areal persawahan di Dusun Kedaton, Desa Bulorejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Benda yang diduga peninggalan era Majapahit itu ditemukan warga penggali pasir, pada Maret 2019 lalu.

JOMBANG, KOMPAS.com - Batu bata kuno yang diidentifikasi sebagai peninggalan zaman Majapahit, ditemukan di Dusun Kedaton, Desa Bulorejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Bata kuno tersebut ditemukan oleh warga pada Maret 2019 lalu, saat menggali lahan bekas persawahan untuk mengais pasir. Selain bata kuno, di lokasi penemuan juga ditemukan serpihan tengkorak manusia.

Temuan bata kuno tersebut ditindaklanjuti oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, di Trowulan, akhir pekan lalu.

Baca juga: Bata Kuno Ditemukan di Mojokerto, Diduga Peninggalan Era Majapahit

Arkeolog dari BPCB Jawa Timur di Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, pada Sabtu (22/6/2019) lalu, pihaknya melakukan observasi di lokasi penemuan bata kuno tersebut.

Dipaparkan, batu bata kuno Dusun Kedaton, Desa Bulorejo, memiliki ketebalan 5-6 centimeter dan lebar 21 centimeter. Sedangkan ukuran panjangnya, 31 centimeter.

Tumpukan batu bata kuno secara struktur membentuk sebagai bekas dinding dan ditemukan pada kedalaman 160 centimeter.

"Ketika kita di lapangan, kita menemukan struktur bata 11 lapis, orientasi barat timur. Kedalaman temuan, di kedalaman 160 centimeter," katanya kepada Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Bata Kuno di Mojokerto Diduga Bekas Permukiman Elite Bangsawan Majapahit

Menurut Wicaksono, berdasarkan observasi awal, bata kuno di Dusun Kedaton, Desa Bulorejo, Kabupaten Jombang, identik dengan struktur dan motif benda pada masa kerajaan Majapahit.

"Kalau dari masanya, memang kelihatannya dari masa Majapahit. Karena dari bentuk batanya yang memiliki panjang 31 centimeter, lebar 21 centimeter dengan ketebalan 5-6 centimeter, itu mengindasikan peninggalan Majapahit," jelasnya.

Batu bata kuno ditemukan di bekas areal persawahan di Dusun Kedaton, Desa Bulorejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Benda yang diduga peninggalan era Majapahit itu ditemukan warga penggali pasir, pada Maret 2019 lalu.KOMPAS.com/HANDOUT Batu bata kuno ditemukan di bekas areal persawahan di Dusun Kedaton, Desa Bulorejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Benda yang diduga peninggalan era Majapahit itu ditemukan warga penggali pasir, pada Maret 2019 lalu.
Penemuan bata kuno di lokasi tersebut, lanjut Wicaksono, diduga memiliki keterkaitan dengan bata kuno yang ditemukan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, pada akhir tahun 2016.

Secara geografis, Desa Bulorejo, Kecamatan Diwek dengan Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, merupakan dua desa yang lokasinya bersebelahan.

Bata kuno yang ditemukan di Desa Sugihwaras, beberapa tahun lalu, teridentifikasi sebagai bekas kompleks pemukiman warga.

Baca juga: Temuan Batu Bata Kuno Mirip Fondasi di Kediri Dipastikan Benda Purbakala

"Dengan temuan (di Dusun Kedaton Desa Bulorejo) ini, kami akan plotting dengan temuan di (desa) Sugihwaras, kita akan menarik batas-batas sebaran (bata kuno) di Sugihwaras," kata Wicaksono.

Ditambahkannya, untuk pengamanan dan pelestarian benda-benda cagar budaya yang di temukan di wilayah Jombang, BPCB akan berkoordinasi dengan dua pemerintahan desa, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X