Kekeringan, Masyarakat Gunungkidul Tampung Air PDAM yang Bocor

Kompas.com - 19/06/2019, 11:15 WIB
Warga Dusun Ploso, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, Saat Mengambil Air Bocoran PDAM Selasa (18/6/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Warga Dusun Ploso, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, Saat Mengambil Air Bocoran PDAM Selasa (18/6/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Saat masuk musim kering,warga Dusun Ploso, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul memanfaatkan air bocoran pipa PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sebelumnya, mereka harus membeli air bersih dengan harga mencapai ratusan ribu untuk satu tangki air.

Seperti yang dilakukan Westini (47) warga Dusun Ploso, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo. Setiap hari, ia bersama puluhan warga lainnya membawa jeriken atau ember untuk menampung air bersih yang bocor dari pipa milik PDAM.

Pipa tersebut terletak di pinggir jalan kabupaten, arah ke Girisubo.

Baca juga: Puluhan Ribu Warga di Gunungkidul Terdampak Kekeringan

Tak mempedulikan panas terik serta lalu lalang kendaraan, setiap hari Westini  harus bolak balik hingga dua kali sehari untuk mengambil air bersih.

"Dalam satu kali pengabilan warga bisa membawa dua sampai empat jeriken," katanya saat ditemui Kompas.com Selasa (18/6/2019).

Sambil mengobrol dengan warga yang ikut mengantri, Westini menunggu aliran air dari bocoran pipa yang dialirkan ke potongan kaleng yang kemudian dialirkan ke penampungan.

Desa Tileng sendiri adalah salah satu desa yang selalu kekeringan setiap tahun, karena tidak ada sumber air di desa tersebut. Selama ini, warga hanya mengandalkan bak penapung air hujan untuk kebutuhan air bersih yang ditampung di bak Penampungan Air Hujan (PAH).

Untuk satu kali pembelian tangki air kapasitas 5.000 liter, hanya mampu bertahan selama 3 - 4 minggu saja, tergantung dari banyaknya pemakaian serta jumlah keluarga yang menggunakan.

"Harga satu tangki air bersih di sini Rp 110.000 sampai Rp 140.000 tergantung lokasi pengambilan air. Kalau dari sumber air Sadeng paling murah," ucapnya.

Baca juga: Pemkab Magetan Sebut Kerugian Petani akibat Kekeringan Capai Rp 13 Miliar

"Untuk yang di sini (pipa bocor) untuk mengurangi penggunaan air bersih," ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X