Kisah Jarwo Susanto: Dulu Tolak Penutupan Dolly, Kini Sukses Jadi Pengusaha Tempe

Kompas.com - 19/06/2019, 07:30 WIB
Jarwo Susanto, pengusaha tempe di kawasan Dolly yang dulu menolak keras penutupan lokalisasi Dolly di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya. KOMPAS.com/GHINAN SALMANJarwo Susanto, pengusaha tempe di kawasan Dolly yang dulu menolak keras penutupan lokalisasi Dolly di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Saat mengetahui namanya masuk DPO, Jarwo sempat minggat dari rumah dan kabur ke Benowo, Surabaya, kemudian ke Malang dan Sidoarjo.

Dalam perjalanannya, saat kasusnya dilimpahkan ke pengadilan, nama Jarwo disebut tidak terbukti atau terlibat dalam kerusuhan. Jarwo yang saat itu bersembunyi di rumah saudaranya di Sidoarjo memberanikan diri untuk pulang ke rumah asalnya di kawasan Dolly.

Sosok inspiratif

Di rumah saudaranya di Sidoarjo, Jarwo belajar cara membuat tempe dan dipraktikkan di rumah. Bisnis usaha tempe itu ia jalankan hingga sekarang.

"Dari semula hanya menghasilkan 3 kilogram tempe per hari, saat ini menjadi 25 kilogram per hari, bahkan hingga go international. Jarwo juga memberdayakan keluarga dan tetangga-tetangganya," tutur Mustofa.

Mustofa sebagai pendamping rehabilitasi pasca-penutupan Dolly mengatakan bahwa Jarwo Susanto merupakan sosok inspiratif. Sebab, Jarwo adalah salah satu tokoh perubahan yang lahir dari tanah bekas prostitusi.

Jarwo yang sebelumnya bergantung pada bisnis lokalisasi kini sukses menjadi pengusaha tempe.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tak bisa ditolak dan tak bisa dimungkiri bahwa perjalanan Jarwo merupakan perjalanan inspirasi perubahan," kata Mustofa.

Baca juga: Supriyo Sulap Sampah Paralon Jadi Lampu Hias Bernilai Tinggi

Ia menambahkan, Jarwo dinilai mampu mengubah kondisi ketika dulu Dolly merupakan kawasan maksiat kini berubah menjadi penuh manfaat.

"Buku biografi Jarwo Susanto ini saya tulis agar dapat menginspirasi banyak orang di luar sana, terutama warga yang sebelumnya bergantung pada bisnis lokalisasi, seperti Dolly," katanya.

Kepada Kompas.com, Jarwo mengatakan, awalnya tempe itu ia beri nama Tempe Dolly. Namun, saat berkililing menjajakan tempe di kawasan Dolly menggunakan sepeda onthel, belum banyak warga yang membeli tempe Jarwo tersebut.

Hingga pada akhirnya, Jarwo melakukan re-branding produk dengan nama Tempe Bang Jarwo. Alasannya sederhana, karena saat itu sinema kartun Adit Sopo Jarwo banyak ditonton warga.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X