Polwan Pembawa Kabur Tersangka Narkoba Dorfin Felix Segera Diadili

Kompas.com - 18/06/2019, 12:52 WIB
Dorfin Felux, terdakwa kasus kepemilikan 2,4 kiligram narkitika jenis sabu, saat menjalni sidang vonis di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (20/5/2019). Dorvin divonis hukuman natinokeh Hakim PN Mataram.KOMPAS.com/FITRI RACHMAWATI Dorfin Felux, terdakwa kasus kepemilikan 2,4 kiligram narkitika jenis sabu, saat menjalni sidang vonis di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (20/5/2019). Dorvin divonis hukuman natinokeh Hakim PN Mataram.

MATARAM, KOMPAS.com - Setelah Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) melimpahkan barang bukti dan tersangka TM, polwan yang juga mantan Kasubdit Pengamanan Tahanan (Pamtah) Dittati Polda NTB dan tersangka penerima suap Dorfin Felix, WNA asal Perancis ketika masih menjadi tahanan di Rutan Polda NTB.

Pelimpahan tahanan dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Mataram dibenarkan oleh Kasubdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB, Syarif Hidayat.

"Tahanan dua kasus ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Mataram, tahanan dan barang bukti sudah dilimpahkann penyidik ke penuntut umum, Senin kemarin," kata Syarif, Selasa (18/6/2019).

Kepala Kejaksaan Negeri Mataram I Ketut Sumadana mengatakan, pihaknya telah menerima berkas dari penyidik Polda NTB, Senin dan telah diproses serta seluruh dokumen berkasnya telah lengkap hari ini, Selasa (18/6/2019).

"Kami sudah menerima berkas kasus tersangka TM, sudah masuk tahap dua pelimpahan kasus suap tersangka TM, yang membantu kaburnya tahanan kasus kepemilikan 2,4 kilogram narkotika jenis sabu, warga Negara Perancis bernama Dorfin Felix," kata Sumadana.

Baca juga: 5 Fakta Vonis Mati Dorfin Felix, Ingin Bertemu Keluarga hingga Mengaku Perajin Perhiasan

Sumadana menyebutkan, sesuai dakwaan dari tim penyidik Polda NTB, pasal yang disangkakan terhadap TM adalah Pasal 11 junto Pasal 12A, Pasal 12 junto Pasal 12A dan Pasal 12 E junto Pasal 12A, Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 atas perubahan Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. (Tipikor).

"Kenapa pasal 12A, karena nilai uang suap yang diterima tersangka dari Dorfin Felix, tahanan yang kabur atau dari keluarganya kurang dari Rp 5 juta, dan mengenai dugaan suap senilai Rp 10 miliar itu tidak termuat dalam berkas perkara atau dakwaan penyidik," terang Sumadana.

Tersangka tidak ditahan

Sumadana juga menjelaskan, tidak ditahannya TM oleh Jaksa Penuntut Umun, karena nilai suapnya di bawah Rp 5 juta, sehingga secara yuridis atau secara hukum tidak bisa ditahan, karena terkait dengan Pasal 12 A UU Tipikor ancaman hukumannya di bawah 3 tahun.

"Dalam pasal 21 KUHP ancaman hukuman di bawah 4 tahun tidak boleh dilakukan penahanan terhadap tersangka maupun terdakwa," kata Sumadana.

Dalam Pasal 12 ayat a UU Tipikor disebutkan bahwa pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.

TM yang berpangkat Komisaris polisi (Kompol) tersangkut kasus pidana suap atau gratifikasi ketika yang bersangkutan menjabat sebagai Kasubdit Pengamanan Tahanan (Pamtah) Dittati Polda NTB.

TM diduga kuat membantu kaburnya tahanan Rutan Polda NTB, Dorfin Felix (35), warga negara Perancis yang menjadi tersangka kasus kepemilikan 2,4 kilogram narkotika jenis sabu, Minggu malam (21/1/2019).

Tersangka mengaku memberikan peluang kepada Dorfin Felix untuk kabur dari sel serta memberikan fasilitas istimewa selama ditahan, seperti televisi, telepon genggam, selimut dan kebutuhan keseharian lainnya. Bahkan, tersangka membelikan Dorfin makanan melalui layanan online.

TM menerima suap dari keluarga Dorfin di luar negeri melalui rekening pribadinya, Rp 14,5 juta, namun baru menerima sebagian uang suap tersebut di bawah Rp 5 juta.

Baca juga: Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Kaburnya Dorfin terungkap setelah nomor telepon genggam Dorfin terdaftar menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) TM. TM terbukti membantu proses kaburnya tahanan kasus narkotika hingga akhirnya aparat kepolisian berhasil menangkap kembali Dorfin di hutan Pusuk, Lombok Utara, Jumat malam (1/2/2019).

Dorfin Felix telah divonis hukuman mati oleh Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Senin (20/5/2019) lalu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X