5 Fakta Vonis Mati Dorfin Felix, Ingin Bertemu Keluarga hingga Mengaku Perajin Perhiasan

Kompas.com - 22/05/2019, 14:45 WIB
Dorfin Felix usai menjalani sidang tuntuan Jaksa di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (29/4/2019). Dorfin dituntut 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.KOMPAS.com/ FITRI RACHMAWATI Dorfin Felix usai menjalani sidang tuntuan Jaksa di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (29/4/2019). Dorfin dituntut 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Dorfin Felix (43), warga negara Prancis yang tertangkap membawa 2,4 kilogram narkotika jenis sabu.

Vonis tersebut diketahui lebih berat dari tuntutan jaka yang menuntut 20 tahun penjara dengan denda Rp 10 miliar.

Hakim beralasan, vonis tersebut telah dipertimbangan berdasarakan hal yang memberatkan atau meringankan.


Pria pengrajin perhiasan asal Perancis itu berharap akan dapat bertemu dengan keluarganya sebelum vonis dijalankan.

Berikut ini fakta lengkap kasus Dorfin Felix:

1. Sidang sempat dibatalkan karena tak ada penerjemah

Mataram, Kompas.Com- Dorfin Felix, WNA Francis yang akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (22/4/2019) dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahananKOMPAS. Com/Fitri.R Mataram, Kompas.Com- Dorfin Felix, WNA Francis yang akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (22/4/2019) dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan

Saat sidang pertama Dorfin pada Kamis (21/2/2019) tak berlangsung lama. Ketua Majelis Hakim yang juga Kepala Pengadilan Negeri Mataram Isnurul Syamsul Arif menanyakan penerjemah Dorfin.

"Silakan JPU dan kuasa hukum menyiapkan penerjemah untuk terdakwa, dan sidangnya hari Senin," kata Isnurul.

Deni Arfianto, kuasa hukum Dorfin, mengatakan, batalnya sidang pertama Dorfin karena tidak ada penerjemah resmi untuk terdakwa.

"Inilah, posisi saya sebagai kuasa hukum saat pelimpahan saja, setelah itu belum diperpanjang, akan diurus dan dibicarakan dengannya," kata Deni.

Baca Juga: Tak Ada Penerjemah, Sidang Pertama Dorfin Felix Ditunda

2. Majelis hakim vonis mati Dorfin

Palu pengadilan. Palu pengadilan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Dorfin Felix (43), warga negara Prancis yang kedapatan membawa 2,4 kilogram narkotika jenis sabu.

"Narkotika dengan berat melebihi 5 gram, sesuai Pasal 113 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika, menjatuhkan pidana pada Dorfin Felix dengan pidana mati, menyatakan terdakwa tetap dalam tahanan," kata Ketua Majelis Hakim, Isnurul Syamsul Arif, yang juga ketua Pengadilan Negeri Mataram, membacakan vonis, Senin (20/5/2019).

Vonis itu lebih berat dari tuntutan jaksa yang menuntut hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Regional
Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

[POPULER NUSANTARA] "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

Regional
Close Ads X