Gembong Narkoba WN Perancis Dorfin Felix Mengaku Bekerja Pembuat Perhiasan

Kompas.com - 23/04/2019, 10:43 WIB
Mataram, Kompas.Com- Dorfin Felix, WNA Francis yang akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (22/4/2019) dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan KOMPAS. Com/Fitri.RMataram, Kompas.Com- Dorfin Felix, WNA Francis yang akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (22/4/2019) dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan

MATARAM, KOMPAS.com- Dorfin Felix (45) terdakwa kasus kepemilikan 2,4 kilogram narkotika jenis sabu, kembali menjalani sidangnya di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (22/4/2019), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari Laboraturium Forensik (Labfor) Denpasar-Bali

Namun hingga empat kali pemanggilan, saksi ahli tidak bisa hadir karena kesibukannya di Bali.

Jaksa Penuntut Umum, Ginung Pratidina, akhirnya membacakan keterangan saksi ahli yang dikirimkan secara tertulis dihadapan Ketua Majelis Hakim, Isnurul Syamsul Arif dan terdakwa Dorfin Felix.

Baca juga: Saksi Tak Datang, Sidang Gembong Narkoba WN Perancis Dorfin Felix Ditunda

Dalam kesaksian itu, disebutkan bahwa dari hasil uji laboraturium, Dorfin Felix memang membawa amfetamin dan PMA atau ketamin yang dinyatakan mengadung narkotika golongan 1.

"Dari hasil uji laboratorium tim penyidik Polda NTB, dinyatakan bahwa Dorfin Felix ini memang membawa barang jenis amfetamin dan ketamin yang mengandung narkotika. Jadi dia sudah paham kalau barang yang dibawanya memang mengandung narkotika" tekan Ginung dalam persidangan.

Atas kesaksian itu, tak ada keberatan dari terdakwa Dorfin maupun pengacaranya. Dorfin sebelumnya sempat menolak keterangan saksi ahli dibacakan JPU.

Baca juga: Gembong Narkoba Dorfin Felix Minta Didampingi Penerjemah Bahasa Prancis di Sidang

Dalam persidangan tersebut, Ketua Majelis Hakim menanyakan kembali pada terdakwa bagaimana dirinya bisa tertangkap di Bandara Internasional Lombok.

Secara mendetail hakim bahkan menanyakan latar belakang kehidupan Dorfin, mulai dari pekerjaannya, dan aktivitasnya di Perancis.

Dihadapan Majelis Hakim, Dorfin mengaku pernah ditangkap di Perancis karena kasus narkotika, namun hanya dua hari ditahan lalu ia dibebaskan.

"Saya pernah ditangkap di Perancis karena kasus narkotika, dan dipenjara hanya 2 hari. Itu terjadi 12 tahun lalu" katanya dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan penerjemah yang ditunjuk PN Mataram.

Baca juga: Didakwa Pasal Berlapis, WN Prancis Gembong Narkoba Dorfin Felix Terancam Hukuman Mati

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X