Jam Tangan dan Kemeja Jadi Hadiah Terakhir untuk Ayah...

Kompas.com - 17/06/2019, 23:44 WIB
Jenazah almarhumah Santi Devi Malau (25), karyawan Bank Mandiri Syariah Tapanuli Tengah yang diduga kuat korban pembunuhan dimakamkan di TPU dekat kediamannya di Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (15/6/2019).DOK.KELUARGA KORBAN Jenazah almarhumah Santi Devi Malau (25), karyawan Bank Mandiri Syariah Tapanuli Tengah yang diduga kuat korban pembunuhan dimakamkan di TPU dekat kediamannya di Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (15/6/2019).

TAPANULI TENGAH, KOMPAS.com — Duka mendalam dirasakan keluarga almarhum Santi Devi Malau (25), pegawai Bank Syariah Mandiri yang ditemukan tewas di kamar indekosnya di Simpang Aek Tolang, Lingkungan II, Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (14/6/2019).

Maslan Malau (55), ayah korban, menceritakan, ia masih ingat jelas dan terkenang sikap putrinya sebelum meninggalkan mereka. Anak kedua dari enam bersaudara itu sempat membelikan jam tangan dan kemeja buatnya.

"Mulanya dia tanya apakah saya suka pakai jam tangan dan saya jawab suka. Dan tanpa saya minta, tiba-tiba saja dia sudah membelikannya buat saya," ujar Maslan yang diceritakan kembali lewat paman korban, Zulfadli Tambunan, kepada Kompas.com, Senin (17/6/2019).

Baca juga: Karyawati Mandiri Syariah Tewas di Kamar Kos, Ditemukan Bekas Cekikan di Leher


Kecintaan Santi kepada keluarga juga tinggi. Seperti saat Ramadhan beberapa waktu lalu, Santi sempat mengajak keluarga besarnya berkumpul dan berbuka puasa bersama di sebuah tempat wisata yang dekat dengan lokasi kerjanya di Pandan, Tapteng.

Mengenai firasat, kata Zulfadli, ayah korban juga sempat merasakan hal yang tidak biasa.

Sehari sebelum mendapat kabar kematian korban, Maslan merasakan sangat gelisah. Namun, kegelisahan itu tidak terlalu dipedulikannya.

"Bahkan, dari malam sehari sebelum kejadian hingga keesokan hari, rasa gelisah itu semakin kuat. Tidak seperti biasanya. Namun, tetap dibawa beraktivitas seperti biasa. Kebetulan ayah almarhum pedagang dan membuka toko grosir di rumahnya," kata Zulfadli.

Kabar duka datang dari teman sekerja Santi yang memberi tahu lewat telepon bahwa korban terjatuh di kamar mandi kosnya.

"Dan mungkin itulah yang menjadi tanda kegelisahan ayah almarhum rupanya," katanya.

Baca juga: Pegawai Bank Syariah Mandiri yang Tewas di Kamar Indekos Diduga Dibunuh

Sang ibu, Murniati Lubis, juga masih tidak percaya putrinya meninggal dengan cara tidak wajar.

Sehari sebelum kejadian, anak keduanya itu masih sempat meneleponnya dan minta tolong menyetrikakan pakaian.

Pakaian itu akan digunakan untuk mengunjungi pesta pernikahan teman satu indekosnya di Kota Padangsidempuan.

"Almarhum kos bersama satu rekan sekerjanya dan kebetulan temannya tidak berada di kos karena mau menikah. Almarhum juga berencana mau menghadiri acara pernikahannya," kata Zulfadli menirukan ucapan ibu Santi.

Kamis malam, satu hari sebelum ditemukan tewas, korban masih sempat mengikuti acara halalbilhalal bersama teman sekantornya. Malamnya, korban pulang ke kos seorang diri. Ia sempat mengajak satu orang teman untuk tidur di kosnya. Namun, temannya itu tak jadi menemani.

"Itu pengakuan langsung dari teman kerja almarhum kepada pihak keluarga waktu datang melayat kemarin," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Santi Devi Malau, karyawati Bank Mandiri Syariah di Tapanuli Tengah, ditemukan tewas di dalam kamar indekosnya di Lingkungan I, Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, Jumat (14/6/2019) pagi.

Kapolres Tapteng melalui Kasat Reskrim AKP Dodi Nainggolan mengatakan, dari hasil visum ditemukan bekas cekikan di leher serta bekas ikatan tali di pergelangan korban. Diduga Santi merupakan korban pembunuhan.

"Setelah dilakukan visum, hasilnya ditemukan bekas cekikan di leher korban, ada bekas luka cakaran di wajah korban, dan di pergelangan tangan korban juga ada bekas ikatan tali," ujar Dodi kepada Antara, Jumat.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Regional
Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Regional
Close Ads X