Jemaah Ahmadiyah Lombok Timur Akan Direlokasi ke Tempat Aman

Kompas.com - 16/06/2019, 18:11 WIB
Aktivitas jemaah Ahmadiyah di lokasi penitipan di Lokal Latihan Kerja (LLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Selong, Lombok Timur. Jumat (7/6/2019) KOMPAS.com/IDHAM KHALIDAktivitas jemaah Ahmadiyah di lokasi penitipan di Lokal Latihan Kerja (LLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Selong, Lombok Timur. Jumat (7/6/2019)


LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Jemaah Ahmadiyah yang mendapatkan pengusiran dan perusakan rumah oleh warga kampungnya sendiri, di Dusun Grepek, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, direncanakan akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lombok Timur Sudirman menyebutkan, rencana relokasi jemaah Ahmadiyah dikarenakan melihat kondisi masyarakat yang masih belum menerima keberadaan jemaah Ahmadiyah di Desa Greneng.

"Jadi, rencana kami akan merelokasi jemaah Ahmadiyah ke tempat yang lebih aman, karena mereka juga punya hak sebagai warga negara," kata Sudirman, saat dihubungi, Sabtu (15/6/2019).

Baca juga: Lebaran di Pengungsian, Jemaah Ahmadiyah Rindu Kampung Halaman

Ia mengaku, pernah bertemu dan membicarakan hal ini bersama dengan staf kepresidenan pada tanggal 22 Mei 2019 lalu dalam rangka menangani kasus tersebut.

"Kami pernah bertemu dengan staf kepresidenan, bagaimana menangani dan mencari jalan keluar dari persoalan ini, namun sampai saat ini kami masih dalam proses berkoodinasi dengan pihak terkait seperti bupati, gubernur dan stakeholder lainnya," ujar dia.

Sebelumnya, ia pernah melakukan mediasi bersama warga setempat, namun warga masih tetap tidak menerima keberadaan jemaah Ahmadiyah di kampungnya.

"Sebenarnya kami sudah mengusahakan agar jemaah Ahmadiyah bisa balik ke kampung halamannya, tapi masyarakat masih saja tetap menolak keberadaannya," ujar dia.

Sejauh ini, Sudirman masih belum bisa menyebutkan wilayah tempat relokasi jemaah Ahmadiyah.

"Untuk saat ini kami belum bisa memastikan di mana tempat relokasi yang pas dan aman untuk jemaah Ahmadiyah," ujar Sudirman.

Sementara itu, Edi Sucipto (37), salah satu jemaat Ahmadiah yang ditemui Kompas.com pada Jumat (7/6/2019) menyebutkan, pihaknya sangat menanti kejelasan dari pemerintah, apakah dirinya bersama warga Ahmadiyah lainnya bisa kembali ke kampungnya.

"Genap setahun kami sudah di sini, kami sangat menantikan ketegasan dari pemerintah, apakah kami bisa pulang atau tidak," ujar Edi, di tempat penitipan di Lokal Latihan Kerja (LLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Selong, Lombok Timur.

Baca juga: TGB Minta Kelompok Ahmadiyah di NTB Berbaur dengan Masyarakat

Ia membenarkan pihak pemerintah pernah menyampaikan usulan ke mereka untuk direlokasi ke tempat yang lain.

"Tapi itu hanya sekedar rencana," ujar dia.

Pihaknya tidak menghawatirkan jika dipindahkan ke tempat yang lain, namun ia menghawatirkan jika tempat relokasi akan menyulitkan dirinya mencari mata pencaharian baru.

"Kami terima saja apa kata pemerintah, kami tidak mengkhawatirkan bersama siapa kita bergaul, tapi menurut saya, kami akan kesulitan beradaptasi kembali dengan lingkungan baru, mata pencaharian apa yang bisa kami lakukan," sebut Edi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X