Lebaran di Pengungsian, Jemaah Ahmadiyah Rindu Kampung Halaman

Kompas.com - 09/06/2019, 16:07 WIB
Lombok Timur, kompas.com warga Ahmadiyah yang masih mengungsi di Lombok timut Kompas.com/fitriLombok Timur, kompas.com warga Ahmadiyah yang masih mengungsi di Lombok timut

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com- Jemaah Ahmadiyah yang tinggal di Dusun Grepek, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur harus kembali merasakan lebaran di tempat pengungsian yang berada di Lokal Latihan Kerja (LLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Selong, Lombok Timur.

Sebelumnya pada 19 Mei 2018 lalu, jemaah Ahmadiyah mendapatkan serangan dan pengusiran oleh warga desa setempat yang mengakibatkan rumah mereka rusak dan mereka terpaksa tinggal di LLK.

Jemaah Ahmadiyah yang tinggal di LLK sebanyak delapan kepala keluarga dengan total 24 orang yang terdiri dari 10 anak-anak, tiga lansia, dan 11 orang dewasa.

Baca juga: Ahmadiyah Pastikan Puluhan Ribu Jamaahnya Ikuti Pemilu 2019

Sudah satu tahun sudah mereka tinggal di LLK dengan kondisi terbatas. Setiap KK menepati satu ruangan yang berukuran sekitar 3x 3 meter persegi, dengan dipadati perabot rumah tangga miliknya. Mereka menggunakan dua dapur bersama-sama untuk memasak.

Edi Sucipto (37), salah satu jemaah Ahmadiah menceritakan bahwa dirinya sangat merindukan lebaran di kampung halamanya dan kumpul bersama keluarga dekatnya.

“Coba banyangkan perasan mas jika dipisahkan secara dipaksa. Tidak bisa berkumpul sama orang tua saat lebaran, pasti sedih. Begitupun kami. Kami udah dua kali tidak bisa berkumpul sama orang tua dan orang terdekat kami, kata Edi sambil berlinangan air mata saat bercerita kepada Kompas.com, Jumat (7/6/2019).

Ia menyebutkan suasana puasa dan lebaran di kampung halaman dengan di pengungsian sangat jauh berbeda. Jika di kampung, ia sangat mudah memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bertani.

“Kalau di desa, kami tidak terlalu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari karena kami masih bisa bekerja di sawah. Kalau kebutuhan puasa kita bisa dapatkan dari hasil bertani, " kata Edi.

Baca juga: TGB Minta Kelompok Ahmadiyah di NTB Berbaur dengan Masyarakat

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama di pengungsian, para jemaah Ahmadiyah harus mencari pekerjaan baru seperti berdagang dan menjadi tukang.

“Kalau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya sendiri bekerja sebahai tukang bangunan rumah. Ada juga yang berjualan di pasar," jelas Edi.

Ia mengakui pernah mendapat bantuan oleh pemerintah, namun hanya sementara.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X