3 Tahun Belajar di Tenda Darurat, Siswa di Daerah Ini Akhirnya Bisa Rasakan Gedung Sekolah

Kompas.com - 31/05/2019, 06:13 WIB
Siswa/i SMPN 3 Waigete ujian di tenda darurat, Senin (21/5/2019).  KOMPAS.com/NANSIANUS TARISSiswa/i SMPN 3 Waigete ujian di tenda darurat, Senin (21/5/2019). 

MAUMERE, KOMPAS.com - Selama 3 tahun, siswa-siswi SMPN 3 Waigete, di Desa Watu Diran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, masih belum memiliki gedung permanen. 

Para siswa belajar di bangunan dan tenda darurat yang dibangun secara swadaya masyarakat dan pihak sekolah. Kondisinya sekolah itu sangat memprihatinkan.

Mirisnya, bangunan darurat diterpa angin kencang pada Maret 2019.

Beberapa bulan terakhir pun, kondisi sekolah yang memprihatinkan itu menjadi sorotan berbagai media massa di Kabupaten Sikka.

Akhirnya, pemerintah memutuskan membangun gedung permanen SMPN 3 Waigete di tahun 2019 ini.

“Anggarannya sudah ada, gambar bangunannya pun sudah rampung. Konsultan perencana pembangunan juga sudah turun ke lokasi untuk memeriksa tempat di mana gedung sekolah akan dibangun. Saya sudah tegaskan, SMPN 3 Waigete ini menjadi prioritas dan dibangun pada tahun 2019 ini,” jelas Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dalam rilis tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (30/5/2019).

Baca juga: Gurunya Bergaji Rp 85.000 Per Bulan dan Ruang Kelasnya Memprihatinkan, Ini Respon Bupati Sikka Terhadap Kondisi SMPN 3 Waigete

Ia menjelaskan, bangunan yang akan baru akan memiliki tiga ruangan, dimana dua ruangan kelas untuk para siswa dan satu ruang guru.

Saat ini SMPN 3 Waigete baru memiliki kelas 7 dan kelas 8.

Ia menerangkan, sumber dananya diperoleh dari usulan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pada DAK itu sudah dipastikan akan dibangun sekolah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Satu hal yang pasti adalah bahwa pemerintah Kabupaten Sikka tetap menaruh kepedulian yang sangat besar untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa di semua pelosok Kabupaten Sikka. Termasuk 76 anak di SMPN 3 Waigete, termasuk juga kualitas keguruan dan kuantitas pendapatan para pendidiknya," terang Bupati Roberto.

Baca juga: 11 Gedung Sekolah Rusak Parah Pasca Banjir dan Longsor di Bengkulu

Menanggapi kabar itu, Ketua Komite SMPN 3 Waigete, Barnabas Kornelis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sikka yang sudah menunjukkan perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut.

"Ini kabar gembira bagi kami semua, inilah yang kami nantikan selama 3 tahun ini. Selama ini informasi bangun gedung sekolah kami masih simpang siur. Terima kasih, pemerintah sudah membawa kuasanya ke sekolah kami," ujar Kornelis kepada Kompas.com di Maumere.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh media massa yang ada di Maumere yang sudah membantu mengekspos kondisi SMPN Waigete.

"Sejak diangkat di media, sekolah kami banyak menerima bantuan dari banyak pihak. Ada yang sumbang buku, tenda darurat, uang, dan juga kapur tulis. Mereka mengetahui kondisi sekolah ini lewat media," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X