Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Pemudik di Sumsel Beralih Gunakan Kapal

Kompas.com - 21/05/2019, 19:53 WIB
Pelabuhan Sungai Lais yang akan dioptimalisasikan oleh Pelindo II Palembang, untuk menampung barang bongkar muat pengiriman komoditas cura kering yakni semen, batu split dan sandaran kapal pelayaran rakyat (PELRA), Selasa (18/12/2018).
KOMPAS.com/ AJI YK PUTRA Pelabuhan Sungai Lais yang akan dioptimalisasikan oleh Pelindo II Palembang, untuk menampung barang bongkar muat pengiriman komoditas cura kering yakni semen, batu split dan sandaran kapal pelayaran rakyat (PELRA), Selasa (18/12/2018).

  PALEMBANG, KOMPAS.com - Mahalnya harga tiket pesawat membuat para pemudik di Sumatera Selatan ( Sumsel) beralih menggunakan transportasi laut dan sungai untuk pulang ke kampung halaman.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang, Capt  Mugen Sartoto mengatakan, jumlah pemudik yang menggunakan transportasi laut dan sungai di Sumsel diprediksi meningkat 4,8 persen pada tahun ini. 

"Untuk di Sumsel diperkirakan lebih dari 4,8 persen, karena samapai saat ini harga tiket masih relatif tinggi," katanya, Selasa (21/5/2019). 

Baca juga: Warga Sumatera Barat ke Jakarta Diprediksi Sedikit karena Tiket Pesawat Mahal


Mugen mengatakan, KSOP dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Palembang telah melakukan persiapan untuk angkutan mudik, dengan menyiakan pos pengamanan.

Jumlah lonjakan pemudik pun, diperkirakan akan berlangsung pada H-5 hingga H+5 sesudah lebaran. 

"Untuk wilayah Sumsel banyak wilayah tujuan pemudik yang berada di perairan. Transportasi sungai itu perlu perhatian khusus, karena banyak penumpangnya," ujarnya.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik di Makassar Pilih Naik Kapal

Sementara itu, General Manager Pelindo II Palembang, Agus Edi Santoso menambahkan, mereka telah melakukan penambahan jadwal pelayaran di setiap pelabuhan untuk arus mudik.

Ia menjamin proses mudik Lebaran tahun ini akan berlangsung aman dan lancar.

"Fasilitas pelabuhan juga sudah disiapkan, dan pelayanan, tempat menyusui, disabilitas dan wifi ada diterminal penumpang kita," jelasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Regional
Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

[POPULER NUSANTARA] "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles | PAN Bantah Amien Rais Pernah Nazar Jalan Kaki Yogya-Jakarta

Regional
Close Ads X