Mengenal "Thomas", Lokomotif Uap Zaman Belanda di Pabrik Gula Poerwodadie

Kompas.com - 12/05/2019, 14:01 WIB
Lokomotif buatan pabrik Orenstein & Koppel Jerman pada tahun 1910 yang masih dioperasikan di PG Poerwodadie Magetan. KOMPAS.com/SUKOCOLokomotif buatan pabrik Orenstein & Koppel Jerman pada tahun 1910 yang masih dioperasikan di PG Poerwodadie Magetan.

Usia lokomotif yang mencapai lebih dari 1abad membuat suku cadang lokomotif dipastikan tidak diproduksi lagi. Bahkan pabrik pembuat lokomotif perusahaan Orenstein & Koppel sudah ditutup tahun 1999 lalu.

Untuk menyiasati kebutuhan suku cadang, para teknisi berusaha membuat sendiri atau memasang suku cadang dari lokomotif lain yang sudah rusak.

“Kadang pakai suku cadang dari lokomotif yang sudah rusak. Beberapa suku cadang kita buat sendiri,” jelas lelaki yang bekerja di PG Poerwodadie sejak tahun 1988 itu.

Kerusakan sering terjadi pada klep bagian pemanas air serta lampet atau pipa kecil yang jumlahnya puluhan yang berada di dalam mesin pemanas air.

"Bikin sendiri kalau rusak dari pipa besi. Kita potongin baru dilas,” kata Suyatno.

Ia menambahkan, sebagian besar lokomotif dipensiunkan karena ketel untuk memanaskan air sudah mulai tipis. Tingginya tekanan pada ketel air dikhawatirkan akan membuat lokomotif meledak jika nekat difungsikan.

"Cek tebal tipisnya dipukul. Kalau suara tung tung artinya masih tebal. Kalau suaranya sudah teng teng artinya sudah tipis,” ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: KA Sancaka Tabrak Truk, Evakuasi Lokomotif Diselesaikan Hari Ini

Masinis Suyitno mengaku tidak susah mengoperasikan lokomotif zaman Belanda tersebut.

Ia cukup memainkan rem dan membuka kran tekanan untuk mendorong tenaga dari mesin uap agar lokomotif jalan. Hanya saja untuk mengeram, butuh pengalaman.

"Rem disini kan berhentinya bisa lima sampai sepuluh meter. Jadi butuh perasaan ngeremnya,” terangnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.