Polisi Selidiki Kabar Jaringan Teroris JAD Latihan di Daerah Keerom, Papua

Kompas.com - 08/05/2019, 17:38 WIB
Ilustrasi Polisi Thinkstock/Antoni HalimIlustrasi Polisi

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kabar adanya jaringan teroris di Kabupaten Keerom, Papua, beredar di media sosial, Rabu (8/5/2019).

Mengantisipasi adanya respons berlebihan, aparat dari Polres Keerom segera mengambil langkah antisipasi dengan mempererat komunikasi dengan para tokoh masyarakat.

"Yah, antisipasinya kami tetap lidik ( selidiki), patroli dan pendekatan kepada para tokoh kunci di Keerom," ucap Kapolres Keerom AKBP Mudji Windo Hartono, saat dihubungi, Rabu.

Baca juga: Polda Papua Tangani Dugaan Suap Anggota DPRD Keerom dalam Pemilihan Wakil Bupati

Informasi yang menyebar di masyarakat adalah terkait tempat latihan jaringan teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) di Keerom.

Menurut Mudji, hingga kini aparat kepolisian belum mengetahui informasi pasti lokasi kelompok JAD tersebut, bahkan kebenaran informasi tersebut perlu dikonfirmasi lebih dalam.

"Iya, kami dalami dulu. Dari jajaran di lapangan (intelijen) belum ada, tapi tetap menjadi perhatian," ujar dia.

Polres Keerom pastikan akan menggelar operasi untuk mengecek kebenaran kabar tersebut.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan kabar yang tersebar di media sosial karena belum tentu akurat.

Baca juga: Gempa 6,1 SR Guncang Keerom Papua, Masyarakat di Wamena Berhamburan Keluar Rumah

"Dikhawatirkan akan muncul saling curiga terhadap keberadaan sesama warga dan muncul persepsi baru di mana terbentuk stigmatisasi pro dan anti-terorisme dikalangan masyarakat," ujar Mudji.

Dalam pemberitaan di salah satu media online nasional, tidak hanya Keerom yang disebut menjadi tempat latihan kelompok JAD, tetapi juga Kabupaten Merauke.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Sukiyah, 27 Tahun Berdiam di Rumah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus

Kisah Sukiyah, 27 Tahun Berdiam di Rumah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus

Regional
Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Regional
Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Regional
Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Regional
3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

Regional
Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Regional
Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Regional
Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X