Polda Papua Tangani Dugaan Suap Anggota DPRD Keerom dalam Pemilihan Wakil Bupati

Kompas.com - 31/01/2019, 20:08 WIB
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal KOMPAS.com/Jhon Roy PurbaKabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal


TIMIKA, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua kini sedang menangani kasus dugaan suap anggota DPRD Keerom, Papua, yang dilakukan KG, yang juga merupkan anggota dewan setempat.

KG diduga menyuap rekan seprofesinya untuk mendukung Piter Gusbager sebagai Wakil Bupati Kabupaten Keerom, dalam periode sisa waktu 2018-2021 menggantikan Wakil Bupati Muhammad Markhum.

Sebab, Muhammad Markhum naik menjadi bupati menggantikan almarhum Celcius Watae yang meninggal dunia 10 Januari 2018 lalu.

Pemilihan calon wakil bupati Keerom berlangsung dalam rapat paripurna DPRD Keerom, Senin 26 November 2018 lalu, di Kantor DPRD Keerom.


Baca juga: Keamanan Papua Jadi Prioritas, TNI Akan Lebih Dekat dengan Masyarakat

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, dugaan kasus penyuapan itu dilaporkan Herman Yoku (61), pensiunan ASN Keerom pada Jumat (25/1/2019).

Herman sendiri merupakan salah satu kandidat calon bupati dalam pemilihan waktu itu.

"Kasus dugaan penyuapan pemilihan calon wakil bupati Keerom ini berdasarkan laporan polisi nomor: LP/19/I/RES.1.0.4/2019/SPKT Polda Papua hari Jumat tanggal 25 Januari 2019 pukul 12.38 WIT," kata Kamal, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/1/2019) malam.

Dalam laporan Herman disebutkan, pada 22 November 2018 lalu, KG membagikan uang sebesar Rp 30 juta kepada anggota DPRD Keerom, di salah satu hotel di Kota Jayapura, untuk memberikan suara kepada calon wakil bupati pilihan KG.

"Atas kejadian tersebut, pelapor Herman Yoku merasa dirugikan dan melaporkan ke Polda Papua," ujar Kamal.

Baca juga: TNI dan KKB Terlibat Kontak Senjata di Mapenduma Papua, Satu Prajurit Terluka

"Adapun barang bukti yang dilampirkan Herman dalam laporannya itu yaitu, 1 lembar screenshot dan 2 buah CD rekaman percakapan," tambah Kamal.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua saat ini telah melayangkan undangan kepada pihak pelapor dan saksi untuk dilakukan klarifikasi tentang adanya laporan tersebut.

"Kasusnya sudah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua," pungkas Kamal.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X