Kompas.com - 29/04/2019, 21:53 WIB
Jumali (baju batik) terdakwa perkara kekerasan terhadap mantan jurnalis Radar Madura,Ghinan Salman, bersalaman dengan ketua majelis hakim setelah divonis bebas, Senin (29/4/2019). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Jumali (baju batik) terdakwa perkara kekerasan terhadap mantan jurnalis Radar Madura,Ghinan Salman, bersalaman dengan ketua majelis hakim setelah divonis bebas, Senin (29/4/2019).

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memvonis tidak bersalah kepada Jumali, terdakwa perkara kekerasan terhadap Ghinan Salman, mantan jurnalis Radar Madura, dalam sidang putusan yang digelar, Senin (29/4/2019). Putusan itu dibacakan langsung Ketua Majelis Hakim Sri Hananta.

Menurut Sri Hananta, terdakwa tidak terbukti melakukan tindakan pelanggaran hukum dalam Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Putusan tersebut berdasarkan fakta-fakta dalam persidangan.

"Memutuskan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan pelanggaran seperti tuntutan yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum," kata Sri Hananta, diikuti dengan ketukan palu.

Baca juga: Divonis Mati, Suami Istri Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Ajukan Banding

Putusan tak bersalah tersebut menuai kekecewaan dari Ghinan Salman. 

"Jauh dari perkiraan saya kalau terdakwa akan bebas. Padahal tuntutan jaksa hanya 10 bulan," ujar Ghinan.

Jaksa penuntut umum, Dewi Ika Agustina, masih akan pikir-pikir atas putusan hakim. Sebab, ia mengaku bukan jaksa yang aktif sejak awal dalam menangani perkara tersebut.

Kasus kekerasan terhadap Ghinan terjadi pada 20 September 2016. Saat itu, Ghinan melihat sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kabupaten Bangkalan bermain pingpong pada jam kerja.

Baca juga: Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Ghinan yang semula akan melakukan klarifikasi terkait berita dugaan korupsi melihat ASN tidak bertugas pada jam kerja langsung memotretnya.

Ia pun langsung dikerubuti beberapa orang yang tidak suka dengan upayanya mendokumentasikan aktivitas mereka.

Ghinan pun dianiaya dan mendapat ancaman. Sebagian dari ASN bahkan ada yang mencekik leher Ghinan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X