Divonis Mati, Suami Istri Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Ajukan Banding

Kompas.com - 23/04/2019, 22:34 WIB
Terdakwa utama kasus pembunuhan Dufi usai dilakukan sidang lanjutan di PN Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (2/4/2019).Kompas.com/Afdhalul Ikhsan Terdakwa utama kasus pembunuhan Dufi usai dilakukan sidang lanjutan di PN Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (2/4/2019).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pembunuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi yang mayatnya ditemukan dalam drum akan mengajukan banding setelah divonis hukuman mati pada sidang terakhir di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Iya banding, melalui langkah hukum tingkatan bandingnya dari Pengadilan Tinggi (PT) sampai ke Mahkamah Agung (MA)," kata kuasa hukum Nurhadi, Ramli M Sidiq saat ditemui usai mendengarkan vonis oleh majelis hakim, Selasa (23/4/2019).

Menurutnya, termasuk terdakwa lain yang telah membantu membuang mayat Dufi, yaitu Yudi alias Dasep juga akan mengajukan banding.

"Banding untuk tiga-tiganya, waktu tujuh hari untuk menentukan langkah hukum, sebagai kuasa hukum gratis 100 persen untuk melayani masyarakat," katanya.


Baca juga: Terdakwa Utama Pembunuhan Mayat Dalam Drum Dituntut Hukuman Mati

Sebelumnya, Majelis hakim Ben Ronald didampingi hakim anggota Ni Luh Sukmarini dan Andri Falahandika memutuskan bahwa M Nurhadi dan Sari Murniasih telah bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan yang direncanakan sesuai Pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Sementara untuk terdakwa lain yang telah membantu membuang mayat Dufi, yaitu Yudi alias Dasep, dijatuhkan dengan hukuman penjara 10 tahun yang diatur dan diancam Pasal 340 KUHP jo Pasal 56 kedua KUHP.

Vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa pada persidangan sebelumnya yang menuntut keduanya dengan hukuman mati dan penjara 10 tahun bagi terdakwa yang membantu membuang mayat Dufi.

"M Nurhadi alias Hadi bin Muryanto dan Sri Murniasih telah terbukti secara sah dengan pembunuhan berencana menjatuhkan hukuman pidana dengan pidana mati," kata majelis hakim Ben Ronald mengetuk palu di ruang sidang, Selasa (23/4/2019).

"Untuk terdakwa Dasep terbukti secara sah membantu melakukan pembunuhan berencana dengan pidana penjara 10 tahun," sambung Ben mengetuk palu.

Pihaknya mempertimbangkan hal yang memberatkan, yaitu perbuatan yang tergolong sadis dan tidak berperikemanusiaan. Sementara hal yang meringankan tidak ada.

Secara terpisah, adik Dufi, Muhammad Ali Ramdhani mengaku bersyukur setelah mendengar vonis hukuman mati terhadap pelaku utama pembunuhan Dufi.

"Bagi kami keluarga itu sangat adil meskipun ya tetap istri dan keluargannya merasa kehilangan ya," ucapnya didampingi istri Dufi dan sejumlah kerabat lainnya.

Meski demikian lanjutnya, pihak keluarga akan tetap mengawal kasus ini hingga putusan akhir. Karenanya kedua terdakwa terbukti sengaja merencanakan pembunuhan dengan sejumlah barang bukti.

"Iya tetap kami akan mengawal sampai putusan akhir dan keluarga perlu tahu hukuman yang memang pasti dijatuhkan kepada terdakwa dua orang hukuman mati dan pembantunya itu (Dasep) dihukum 10 tahun," terangnya.

Baca juga: Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Sebelumnya, mayat Dufi ditemukan di dalam sebuah drum di kawasan Industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11/2018).

Mayat Dufi ditemukan pertama kali oleh seorang pemulung sampah di wilayah tersebut.



Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X