Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Wali Kota Hendi Optimis Revolusi Industri 4.0 Tingkatkan Layanan Kesehatan di Semarang

Kompas.com - 29/04/2019, 17:13 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) Kota Semarang Tahun 2019 di Hotel Pesonna Semarang, Senin (29/4/2019.Dok. Humas Pemerintah Kota Semarang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) Kota Semarang Tahun 2019 di Hotel Pesonna Semarang, Senin (29/4/2019.

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan optimismenya bahwa revolusi Industri 4.0 dapat terus meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Semarang .

Optimisme tersebut pun, ditunjukkan dengan komitmen untuk menginisiasi berbagai inovasi pelayanan kesehatan, melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) Kota Semarang di Hotel Pesonna Semarang, Senin (29/4/2019). 

“Perkembangan revolusi industri 4.0 di bidang kesehatan akan memudahkan pelayanan, baik melalui pemutakhiran hardware, perancangan software untuk dapat lebih sederhana digunakan, atau juga dengan membangun sistem kontrol pelayanan," ungkap Hendi, seperti dalam keterangan tertulisnya. 

Semua upaya itu, kata dia, ujungnya harus berdampak pada dua sisi, memudahkan kinerja para ASN, juga memudahkan masyarakat mengakses pelayanan.

Namun ditekankan juga, meskipun ia mendorong agar selalu ada inovasi yang baru dalam pelayanan kesehatan, bukan berarti lantas menjadi 'kejar setoran'.

Pasalnya Hendi mengingatkan jika kesiapan sumber daya manusia (SDM) baik di dalam Pemerintah Kota Semarang maupun masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan, harus selalu menjadi pertimbangan terbesar.

“Maka sebelum melangkah terlalu jauh, pastikan aplikasi-aplikasi yang ada di Dinas Kesehatan hari ini, seberapa jauh dikenal masyarakat, pemakainya di kota semarang seberapa banyak. Itu harus menjadi evaluasi," pesannya.

Adapun Dinas Kesehatan Kota Semarang sendiri pada saat ini telah memiliki sejumlah sistem serta aplikasi yang memudahkan warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Aplikasi tersebut diantaranya adaah  Pustaka (Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang), Konter (Konsultasi Dokter), Ambulance Hebat, dan UHC (Universal Health Coverage).

Hendi pun mengungkapkan jika kemajuan pelayanan kesehatan di Kota Semarang tersebut tidak terlepas dari komitmen semua stakeholder dalam memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan.

”Jadi rumah sakit swasta, rumah sakit pemerintah, NGO, BPJS, PMI, Kepala Dinasnya semuanya mencoba memberikan yang terbaik. Semuanya berperan bagaimana pelayanan agar berlangsung dengan baik”, ungkap Hendi.

Senada dengan apa yang diungkapkan Hendi, Widoyono, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang juga menyampaikan optimismenya bila Dinas Kesehatan akan mampu menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Pihaknya telah telah pula menggagas layanan kesehatan, seperti mesin atm, dimana warga nantinya dapat mengakses rekam medis dan berkonsultasi keluhan penyakit.

Optimisme tersebut salah satunya karena komitmen pemerintah dan wali kota dalam menyiapkan anggaran kesehatan.

Rasio anggaran kesehatan jika dibandingkan APBD sebesar 6.1 persen, kemudian ditambah anggaran rumah sakit, sekitar 7 persen.

“Jadi total anggaran kesehatan Kota Semarang sebesar 13 persen, ini jauh melampaui ketentuan UU yang mensyaratkan minimal rasio APBD sebesar 10 persen,” ungkap Widoyono.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Regional
Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Regional
Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Regional
Kasus 'Bupati Biadab', Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Kasus "Bupati Biadab", Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Regional
Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Regional
Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Regional
Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Regional
Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Regional
Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Regional
Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Regional
BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Regional
Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Regional
Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Regional
Maskawin, dari Agama, Budaya, sampai Pilihan Unik

Maskawin, dari Agama, Budaya, sampai Pilihan Unik

Regional