Dikabarkan keguguran, Petugas KPPS Melahirkan di Usia Kehamilan 5 Bulan karena Kelelahan

Kompas.com - 24/04/2019, 13:34 WIB
Mataram, Kompas.Com- Andriana (22) petugas sekertariat  PPS Paok Motong, Lombok Timur menjalani perawatan medis di Puskesmas setempat, setelah mengalami keguguran, Senin (22/4/2019) lantaran kelelahan sebagai petugas PPS daln rekapitulasi ditingkat Kecamatan atau PPK. dokumen KPU NTBMataram, Kompas.Com- Andriana (22) petugas sekertariat PPS Paok Motong, Lombok Timur menjalani perawatan medis di Puskesmas setempat, setelah mengalami keguguran, Senin (22/4/2019) lantaran kelelahan sebagai petugas PPS daln rekapitulasi ditingkat Kecamatan atau PPK.

LOMBOK, KOMPAS.com - Andriana (26) petugas Sekertariat Panitia Pemungutan Suara (PPS), hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Dokter Soedjono, Lombok Timur. Kondisinya masih lemah dan harus dirawat intensif setelah melahirkan pada 18 April 2019.

Sebelumnya dikabarkan Andriana keguguran karena kelelahan setelah menjadi petugas KKPPS.

Adriani masih dirawat di ruang Nifas kelas IIIE sambil menunggu kabar bayi yang baru saja ia lahirkan.

"Saya melahirkan normal. Hanya kelahiran anak saya dalam kondisi sangat lemah. Memang saya dikuret seperti pasien keguguran, karena ari-ari masih menempel di rahim. Putri saya lahir tapi sangat lemah," katanya pada Kompas.com, Rabu (24/4/2019) melalui saluran telpon.

Baca juga: Fakta Pasca Coblosan di NTB, Petugas KPPS Meninggal Kelelahan hingga Keguguran

Dia menuturkan sejak tanggal 10 April, ia sudah mengeluarkan flek (bercak darah) usai mengikuti pelatihan sebagai petugas KPPS di Mataram seharian penuh.

"Saya mengandung anak pertama, karena kelelahan  keluar bercak darah atau flek. Kata dokter saya hanya butuh istirahat saja selama 2 hari," tuturnya.

Andriana sebagai petugas sekretariat di Kantor Desa Di Paok Motong, Kecamatan Masbagik bertangungjawab menerima, mencatat dan menjaga keamanan logistik bersama empat orang rekannya serta aparat kepolisian dan TNI.

Baca juga: Fakta di Balik Kisah Duka Ibu Hamil Jadi Petugas TPS, Keguguran Karena Kelelahan hingga Demi Masa Depan Indonesia

Waktu pemilu sudah semakin dekat membuat Andriana tidak sempat beristirahat. Termasuk saat hari pencoblosan 17 April 2019. Andriana yang berada di sekretariat harus tetap berjaga karena proses pengiriman logistik pemilu ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dilakukan hingga dini hari.

Andriani tetap berada di sekertariat PPS bersama seorang rekannya menunggu pengembalian kotak suara dan C1 ke PPS.

"Saya hanya berdua dengan rekan saya di sekretariat menjalani tugas itu. Apalagi di desa saya ada 40 TPS. Kami harus mengecek pengembalian C1 dan kotak suara sampai pagi. Sama sekali tidak istirahat. Semua harus dicek jika ada masalah. Pulang dari sana, darah segar keluar dari rahim," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Regional
Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Regional
Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Regional
Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Regional
Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Regional
BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

Regional
Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Regional
Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Regional
Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Regional
Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Regional
Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Regional
'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X