Kompas.com - 08/04/2019, 23:16 WIB
Mataram, Kompas.Com- Lapak Baca BIAP (Buku Ini Aku Pinjam), Semin malam (8/4/2019), ramai pengunjung,  mereka tak hanya datang mrmbaca buku teyapi akan hadang jika lapak akan ditutup lagi. KOMPAS. Com/Fitri.RMataram, Kompas.Com- Lapak Baca BIAP (Buku Ini Aku Pinjam), Semin malam (8/4/2019), ramai pengunjung, mereka tak hanya datang mrmbaca buku teyapi akan hadang jika lapak akan ditutup lagi.


MATARAM, KOMPAS.com - Memasuki malam, suasana Kota Mataram diwarnai lampu reklame yang kelap kelip, tak ada yang berbeda.

Tetapi ada yang istmewa di Taman Kota, Taman Sangareang, Senin (8/4/2019) malam. Lapak baca Buku Ini Aku Pinjam (BIAP) lebih ramai dari biasanya.

Sejumlah anak-anak muda berdatangan dan saling jabat tangan begantian, tak banyak bicara, mereka memilih milih buku bacaan yang digelar sejak pukul 19.00 Wita. Lalu mereka tenggelam dalam bacaan masing-masing.

"Anak-anak muda ini banyak diam, baca mereka, saya jadi ikut-ikutan pinjam buku kalau parkiran lagi sepi, banyak ilmu selama saya ikut-ikutan mereka," kata Edi, juru parkir di Taman Sangkareang.

Baca juga: Surat Izin Belum Ditandatangani, Komunitas Baca di Mataram Tetap Gelar Lapak Buku

Dia sempat terbawa emosi saat menceritakan ketika lapak komunitas ini ditutup petugas. Menurut dia, itu cara yang paling salah, karena aktivitas anak-anak komunitas baca sangat baik dan banyak ditunggu.

"Ini saya hanya tukang parkir saja marah, apalagi yang pekerjaannya lebih baik, marah pasti, saya kira waktu itu memang adik-adik itu yang tutup, saya memang lihat petugas, ternyata mereka yang paksa tutup lapak," kata dia masih menyesali.

Kekesalan juru parkir itu, tak berbeda dengan anak-anak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Sangkareang, mengingat mereka adalah pengunjung paling setia di Lapak BIAP.

Lebih dari 50 buku digelar dilapak gratisan atau perpustakaan jalanan itu. Mereka meminjamkannya secara gratis, tapi kalau dibawa pulang harus meninggalkkan kartu identitas seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk).

"Bukan apa-apa sih, kami ada ratusan buku sih, tapi banyak yang tak kembali saat dipinjam, kasihan kan yang tidak kebagian buku bacaan, jadi ya identitasnya kami simpan jika mereka bawa pulang buku bacaannya," kata Dewi Lestariny.

Dewi dan Eka Fitriani, dua orang pengagas Komunitas Baca BIAP ini, bersama anggota komunitasnya, selalu merasa bahagia ketika pengunjung berdatangan, mereka merasa seperti diguyur air segar dipanas yang terik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.