Mei, Pengerjaan Tol Sumsel-Bengkulu Dimulai

Kompas.com - 08/04/2019, 11:20 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Budi menjelaskan, pada bulan depan pengerjaan tol Sumsel-Bengkulu akan dimulai. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Budi menjelaskan, pada bulan depan pengerjaan tol Sumsel-Bengkulu akan dimulai.

LAHAT, KOMPAS.com- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menandatangani kontrak kerja sama pengerjaan tol Sumatera Selatan- Bengkulu pada (9/4/2019) mendatang.

Pengerjaan tol yang memiliki panjang 308 kilometer tersebut akan dilakukan oleh PT Hutama Karya (HK) selaku kontraktor proyek.

"Insya Allah dalam dua tahun selesai (pengerjaan tol), tol ini akan tersambung dari  Bengkulu, Linggau, Lahat, Muara Enim terus ke Ogan Komering Ilir (OKI),"kata Budi saat berkunjung ke Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Minggu  (7/4/2019).

Baca juga: Maruf Amin: Dulu Jalan Tol di Sukabumi Masih Cita-cita

Budi melanjutkan, jika tol tersebut selesai dibangun, akses jalan antara Lahat- Palembang yang selama ini ditempuh selama 5-6 jam, akan menjadi 2 jam jika melalui tol.

Dengan adanya infrastruktur tol Trans Sumatera, roda perekonomian khususnya di Sumsel diperkirakan akan mengalami peningkatan.

"Tanggal 9 (April) kita tanda tangan, signing di Muara Enim. Pengerjaannya mulai depan (Mei) Lahat ke Palembang yang tadinya 5-6 jam, Insya Allah jadi 2 jam jika tol ini selesai," ujarnya.

Baca juga: Nasib Situs Suci di Proyek Jalan Tol, Pemkab Malang Tunggu Kajian BPCB

Sementara itu, Manager Proyek Divisi Tol dari PT Hutama Karya (HK) Hasan Turcahyo menjelaskan, tol Sumsel-Bengkulu tersebut akan dibagi dalam dua ruas.

Pada ruas pertama, Muara Enim-Lubuk Linggau sepanjang 125 kilometer. Sedangkan Lubuk Linggau-Curup sepanjang 95 kilometer. 

Dana yang dibutuhkan dalam pengerjaan tersebut diprediksi mencapai Rp 100 miliar per kilometer.

"Kalau dihitung secara kasar, sama dengan pengerjaan tol Palembang-Indralaya kemarin.  Skema pembiayaannya, sepanjang pemerintah masih mampu 70 persen penyertaan modal. Sisanya dari pinjaman lembaga keuangan nonbank dan obligasi,” jelas Hasan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X