Nasib Situs Suci di Proyek Jalan Tol, Pemkab Malang Tunggu Kajian BPCB

Kompas.com - 02/04/2019, 18:16 WIB
Plt Bupati Malang Muhammad Sanusi saat meninjau temuan situs suci Kerajaan Singosari di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (2/4/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKPlt Bupati Malang Muhammad Sanusi saat meninjau temuan situs suci Kerajaan Singosari di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (2/4/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Malang belum mengambil sikap terkait temuan situs suci Kerajaan Singosari di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Plt Bupati Malang Muhammad Sanusi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Menurutnya, rekomendasi dari BPCB yang akan menjadi dasar pemerintah mengambil alih penanganan temuan situs tersebut.

"Kita ikuti aturan saja. Ini kan kewenangan Dinas Pubakala (BPCB). Nanti setelah selesai investigasi, penangananya kayak apa kita ikuti saja," katanya saat melihat temuan situs itu, Selasa (2/4/2019).

Baca juga: 5 Fakta Ekskavasi Situs Singosari di Malang, Dihentikan karena Tak Ada Dana hingga Diduga Kompleks Permukiman Pribadi

Sementara itu, BPCB sudah menghentikan proses ekskavasi situs itu. Hasil ekskavasi sementara memunculkan perkiraan bahwa situs purbakala itu merupakan bekas bangunan suci yang disertai dengan permukiman pada masa Kerajaan Singosari pada abad ke-13.

BPCB memperkirakan, temuan itu masih terus meluas sehingga membutuhkan ekskavasi lanjutan. Terkait ekskavasi lanjutan tersebut, Sanusi mengaku masih membutuhkan kajian.

"Makanya kita lihat dulu, kita rencanakan baru kita lakukan," jelasnya.

Baca juga: Jika Ekskavasi Situs Terus Meluas, Proyek Tol Pandaan-Malang Akan Dihentikan

Penemuan situs purbakala itu bermula, saat pekerja proyek Tol Pandaan-Malang menemukan struktur batu bata. Selain itu, pekerja juga menemukan koin peninggalan Dinasti Song yang berserakan di sekitar proyek tol.

BPCB lantas mengekskavasi temuan situs purbakala.

Hasil ekskavasi, ditemukan struktur bata yang diduga merupakan bekas bangunan paduraksa yang disertai dengan batur tempat arca. Temuan struktur bata lainnya diduga merupakan altar yang merupakan tempat menaruh sesembahan.

Berdasarkan pada ukuran batu bata dan koin yang ditemukan, BPCB berkesimpulan bahwa lokasi tersebut adalah bekas bangunan suci diperiodisasi Kerajaan Singosari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Regional
Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Regional
Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 20,8 Juta, Pria Lansia Ditangkap

Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 20,8 Juta, Pria Lansia Ditangkap

Regional
Tersangka Teroris di Medan Tak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila

Tersangka Teroris di Medan Tak Hafal Indonesia Raya dan Pancasila

Regional
Ini Cerita Pria yang Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer Setelah Gagal Memperkosa Korbannya

Ini Cerita Pria yang Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer Setelah Gagal Memperkosa Korbannya

Regional
Paksa Penumpang Oral Seks, Seorang Sopir Travel Ditangkap

Paksa Penumpang Oral Seks, Seorang Sopir Travel Ditangkap

Regional
Tersambar Petir, 1 Warga Ampek Nagari Tewas, 2 Orang Terluka

Tersambar Petir, 1 Warga Ampek Nagari Tewas, 2 Orang Terluka

Regional
Anak Keduanya Langsung Dapat Akta Kelahiran, Gibran Puji Layanan Publik di Solo

Anak Keduanya Langsung Dapat Akta Kelahiran, Gibran Puji Layanan Publik di Solo

Regional
Dedi Mulyadi: Pilkada Langsung Rawan Politik Uang, Memang Pilkada oleh DPRD Tidak?

Dedi Mulyadi: Pilkada Langsung Rawan Politik Uang, Memang Pilkada oleh DPRD Tidak?

Regional
Kekeringan, Warga Berjuang Mengais Air dari Lubang Tanah

Kekeringan, Warga Berjuang Mengais Air dari Lubang Tanah

Regional
Polisi Bekuk Bendahara dan 2 Perakit Bom Kelompok Teroris di Medan

Polisi Bekuk Bendahara dan 2 Perakit Bom Kelompok Teroris di Medan

Regional
Gagal Memperkosa, Pria Ini Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer

Gagal Memperkosa, Pria Ini Kabur Telanjang Bulat Sejauh 2 Kilometer

Regional
Bangun Jalur Khusus Tambang di Parung Panjang, Ridwan Kamil Cari Pemodal

Bangun Jalur Khusus Tambang di Parung Panjang, Ridwan Kamil Cari Pemodal

Regional
Kapolda Maluku: Kalau Mau Tergiur Suap di Gunung Botak, Kapolda Bisa Kaya

Kapolda Maluku: Kalau Mau Tergiur Suap di Gunung Botak, Kapolda Bisa Kaya

Regional
Polisi Kantongi Identitas Perusak Kampus dan Sekretariat Mapala UMI Makassar

Polisi Kantongi Identitas Perusak Kampus dan Sekretariat Mapala UMI Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X