Jika Ekskavasi Situs Terus Meluas, Proyek Tol Pandaan-Malang Akan Dihentikan

Kompas.com - 19/03/2019, 20:53 WIB
Suasana ekskavasi situs di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (18/3/2019) KOMPAS.com / ANDI HARTIKSuasana ekskavasi situs di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (18/3/2019)

MALANG, KOMPAS.com - PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) masih menunggu perkembangan hasil ekskavasi situs purbakala yang ditemukan di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang, Agus Purnomo selaku pengelola tol itu sudah menyiapkan berbagai alternatif. Salah satunya adalah menggeser pembangunan tol ke sisi timur atau ke bantaran Sungai Amprong. Alternatif ini akan diambil jika kawasan ditemukannya situs itu masih memungkinkan untuk dibangun jalan tol.

Namun, jika temuan situs terus meluas dan menutup akses proyek tol, PT Jasamarga Pandaan Malang akan menghentikan seluruh proyek tol di seksi 5.

Baca juga: Situs di Tol Pandaan-Malang Merupakan Bangunan Suci Kerajaan Singosari

Dengan begitu, ruas Tol Pandaan-Malang yang harusnya berakhir di pintu keluar Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, akan berakhir di pintu keluar Pakis atau berhenti sampai pembangunan seksi 4.

"Kalau memang itu sudah nggak bisa dilanjut, exit kita ya di Pakis itu, kan dekat itu. Keluar Pakis sedikit nggak sampai satu kilometer ya nggak usah exit lagi, sudah cukup itu," katanya saat menghadiri pertemuan di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Selasa (19/3/2019).

Meski begitu, Agus mengatakan, pemberhentian pembangunan tol seksi 5 merupakan alternatif terburuk. Nantinya, harus ada hasil kajian dan surat pernyataan yang menyebutkan hasil ekskavasi situs itu menutup akses proyek tol sehingga tidak bisa dilanjutkan.

"Paling jeleknya ternyata hasil kajian dari BPCB ternyata meluas radiusnya dan tol ini nggak mungkin akan digeser ke timur, ya nanti akan ada penetapan kan dari yang berwenang, ya sudah stop, ya kita nanti akan stop," katanya.

Sedangkan, lahan yang sudah dibebaskan untuk pembangunan jalan tol itu tetap akan menjadi milik negara.

"Sudah bebas dan itu menjadi tanah negara, ya nanti yang menggunakan negara juga. Tinggal balik nama atau dialihkan," jelasnya.

Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang dibagi dalam lima seksi. Seksi 1 dari Pandaan hingga Purwodadi, seksi 2 dari Purwodadi hingga Lawang, seksi 3 dari Lawang hingga Pakis 1, seksi 4 dari Pakis 1 hingga Pakis 2 dan seksi 5 dari Pakis 2 hingga Madyopuro Kota Malang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Regional
Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Regional
Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Regional
'Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang'

"Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang"

Regional
Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Regional
Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Regional
KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

Regional
Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Regional
Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Regional
Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang 'Om, Maaf ya Om'

Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang "Om, Maaf ya Om"

Regional
Temui Mahasiswa UGM yang Camping di Kampus, Rektor UGM: Sudah Selesai

Temui Mahasiswa UGM yang Camping di Kampus, Rektor UGM: Sudah Selesai

Regional
Kondisi Mengenaskan Balita yang Dianiaya, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras

Kondisi Mengenaskan Balita yang Dianiaya, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras

Regional
Kasus Covid-19 Mulai Landai, Kadinkes Bali: Hanya Saja Angka Kematian Selalu Ada Setiap Hari

Kasus Covid-19 Mulai Landai, Kadinkes Bali: Hanya Saja Angka Kematian Selalu Ada Setiap Hari

Regional
Kota Depok Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Kota Depok Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen UMI Makassar, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen UMI Makassar, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X