Ini Permintaan Para Pengungsi Banjir Bandang Jayapura Kepada Jokowi...

Kompas.com - 02/04/2019, 09:20 WIB
Presiden Joko Widodo sedang duduk bersama dengan para pengungsi korban bencana banjir bandang di GOR Toware, Kabupaten Jayapura (1/4/2019). KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIPresiden Joko Widodo sedang duduk bersama dengan para pengungsi korban bencana banjir bandang di GOR Toware, Kabupaten Jayapura (1/4/2019).

JAYAPURA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengunjungi korban bencana banjir bandang yang ada di Posko Pengungsian GOR Toware, Distrik Waibu, kabupaten Jayapura, Papua, pada Senin siang (1/4/2019), dan sempat mendengar keluh kesah dari para pengungsi.

Dari pertemuan tersebut, para pengungsi dipastikan Presiden akan direlokasi ke lokasi yang akan ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Sementara para pengungsi mengaku tidak keberatan dengan rencana tersebut, namun mereka menginginkan untuk bisa segera keluar dari pengungsian dan untuk sementara tinggal di tempat yang lebih layak.

"Keinginan kami dari pengungsi adalah, kami dalam waktu dekat dipindahkan ke hunian sementara sebelum dipindahkan ke hunian permanen, usulan itu sudah kami sampaikan kepada bapak presiden dan instansi terkait," ujar Andreas Wayabo, kordinator Pengungsi di GOR Toware.

Baca juga: Diminta Presiden Tetapkan Wilayah Relokasi, Ini Jawaban Gubernur Papua

Meski diakuinya pelayanan di posko pengungsian tergolong baik, namun para korban bencana ingin segera tinggal dirumahnya masing-masing.

"Sejauh ini kondisi di pengungsian kurang kondusif, artinya kita tidur (bersama) dalam atrium ini, tidak ada petak-petak. Jadi ada yang tidak tidur baik, ada juga yang tidur," katanya.

Sementara Yokiles Kogoya, salah satu pengungsi, menyatakan bersedia untuk direlokasi namun lokasinya diharapkan tidak jauh dari Sentani, Kabupaten Jayapura.

Ia yang berasal dari Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, tidak berkenan bila harus dikembalikan ke kampung halamannya karena kini anak-anaknya tengah bersekolah di Sentani.

"Kami bersedia di relokasi, tapi saya tidak bisa kembali ke Mulia karena anak-anak ada sekolah di sini (Sentani)," ujarnya.

Baca juga: Bapak Presiden, Tolong Tengok Kami Korban Banjir Bandang Sentani

Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan bila sudah ada wacana mengenai relokasi para pengungsi dan lokasinya diharapkan di ruas jalan Jayapura-Wamena (Kabupaten Jayawijaya).

Setelah mengunjungi pengungsi di GOR Toware, Presiden diagendakan menggelar pertemuan tertutup dengan para tokoh agama di sebuah hotel di Kota Jayapura, sebelum pada Senin petang bertolak ke Sorong, Papua Barat.

Sebagai informasi, jumlah pengungsi di GOR Toware mencapai 550 jiwa dan mereka adalah sebagian dari total sekitar 7.000 jiwa yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada 16 Maret 2019.

Sementara, dari hasil rekapitulasi hitung cepat kerusakan dan kerugian infrastruktur akibat banjir bandang Kabupaten Jayapura mencapai Rp 506,425 miliar.

Baca juga: Presiden Jokowi Sambangi Korban Banjir Bandang di Papua



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X