"Bapak Presiden, Tolong Tengok Kami Korban Banjir Bandang Sentani"

Kompas.com - 01/04/2019, 14:30 WIB
Presiden Joko Widodo sedang duduk bersama dengan para pengungsi korban bencana banjir bandang di GOR Toware, Kabupaten Jayapura (1/4/2019). KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIPresiden Joko Widodo sedang duduk bersama dengan para pengungsi korban bencana banjir bandang di GOR Toware, Kabupaten Jayapura (1/4/2019).

JAYAPURA, KOMPAS.com - Ratusan warga sejak Senin pagi (1/4/2019) sudah tampak memadati Pos Pengungsian GOR Toware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, yang akan dikunjungi Presiden Joko Widodo.

Di antara mereka hadir juga beberapa orang dari BTN Gajah Mada, Distrik Sentani, yang sudah mempersiapkan spanduk dan kertas yang bertuliskan beberapa permintaan kepada presiden, mulai dari yang berisi "Tolong Kami, Bapak Presiden, Kami Korban" hingga c Perumahan Yahim Gajah Mada".

Menurut Susanti Mokodompit salah satu warga BTN Gajah Mada, permintaan mereka adalah agar adamya perhatian bagi warga BTN Gajah Mada yang juga terdampak banjir bandang pada 16 Maret 2019.

"Kalau pendataan sudah pernah ada tapi belum ada solusi. Jangankan solusi, alat berat untuk bantu membersihkan material tidak pernah ada," katanya.

Selain itu, spanduk yang dipersiapkan oleh warga BTN Gajah Mada bertuliskan permintaan mereka agar pengembang dari perumahan tersebut segera diproses hukum karena ternyata perumahan mereka tidak memilik izin mendirikan bangunan (IMB).

Baca juga: 30 Menit Lesehan di Lantai, Jokowi Dengarkan Curhat Korban Banjir Sentani

Di BTN Gajah Mada setidaknya dihuni oleh 200 KK. Pada saat banjir bandang, air merendam lokasi tersebut hingga 2 meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa di lokasi tersebut, namun banyak ditemukan jenazah yang terbawa arus.

Mengenai wacana relokasi, mereka mengaku belum bisa memutuskan apakah akan setuju atau tidak karena saat ini mereka tengah fokus memperbaiki kerusakan rumah.

"Tidak mau relokasi, harus ganti rugi dulu. Kita sudah rehab habis-habisan," kata Susanti.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan tiba di Jayapura pada Senin siang untuk melakukan beberapa aktivitas.

Setibanya di Bandara Sentani, Presiden akan mendengarkan pemaparan mengenai dampak bencana banjir bandang dan penanganannya dari Korem 172 Praja Wirayakti.

Baca juga: Penyebab Banjir Sentani Kembali Terjadi

Setelah itu, presiden diagendakan mengunjungi Posko Pengungsian GOR Toware dan kemudian menghadiri pertemuan tertutup dengan tokoh agama di Swissbel Hotel Jayapura.

Dampak dari bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura membuat sekitar 7.000 orang masih mengungsi dan 2.455 rumah terdampak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X