Terkena Angin Kencang, Ratusan Hektare Padi di Sikka Terancam Gagal Panen

Kompas.com - 24/03/2019, 08:42 WIB
Ratusan hektar padi di Polman, sulawesi barat gagal panen karena mati kekeringanKOMPAS.Com Ratusan hektar padi di Polman, sulawesi barat gagal panen karena mati kekeringan

MAUMERE, KOMPAS.com - Hujan dan angin kencang yang melanda Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur pada Maret 2019 mengakibatkan banyak tanaman milik petani terancam gagal panen.

Salah satu desa yang terdampak adalah Desa Watu Diran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Sebanyak 250 hektare ladang padi di desa itu rusak setelah dihantam hujan dan angin.

Baca juga: Ratusan Hektare Padi di Polman Gagal Panen karena Kekeringan

"Untuk tahun ini kami terancam gagal panen, itu karena saat padi mau berbuah bulan Maret kemarin, angin dan hujan datang. Jadinya padi rata tanah dan tidak berbuah lagi," ujar Kepala Desa Watu Diran Maksentius Maximulianus kepada Kompas.com, di Maumere, Sabtu (23/3/2019).

Dari ratusan hektare padi yang terkena angin, ada yang rusak parah dan ada yang rusak ringan. 

Ia menambahkan, seluruh kerusakan telah dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka. 

Baca juga: Ada AUTP, Kini Petani Padi Tidak Lagi Khawatir Gagal Panen

"Semoga saja nanti ada bantuan untuk masyarakat kami di sini," ucapnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Desa Watu Diran, Barnabas Kornelis mengatakan, pihaknya sudah mendata seluruh lahan sawah yang terkena angin kencang pada Maret lalu.

Laporan tersebut, lanjut dia, sudah disampaikan kepada dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Sikka.


Terkini Lainnya

Forum Rektor Minta Capres dan Parpol Pegang Komitmen Siap Menang Siap Kalah

Forum Rektor Minta Capres dan Parpol Pegang Komitmen Siap Menang Siap Kalah

Nasional
Gunung Agung Erupsi, Lontaran Abu Vulkanik hingga 3.000 Meter ke Segala Arah

Gunung Agung Erupsi, Lontaran Abu Vulkanik hingga 3.000 Meter ke Segala Arah

Regional
Jubir BPN Pastikan Prabowo Tak Agendakan Bertemu Luhut

Jubir BPN Pastikan Prabowo Tak Agendakan Bertemu Luhut

Nasional
Korban Tewas Capai 207 Orang, Ini 4 Hal Soal Teror di Sri Lanka

Korban Tewas Capai 207 Orang, Ini 4 Hal Soal Teror di Sri Lanka

Internasional
Alasan Pengunduran Diri Tak Lazim, Mendagri Akan Panggil Bupati Mandailing Natal

Alasan Pengunduran Diri Tak Lazim, Mendagri Akan Panggil Bupati Mandailing Natal

Regional
KPU Putuskan 9 TPS di Jatim Pemungutan Suara Ulang

KPU Putuskan 9 TPS di Jatim Pemungutan Suara Ulang

Regional
PMII Sebut Politik Uang Marak di Tasikmalaya, Bawaslu Diminta Bertindak

PMII Sebut Politik Uang Marak di Tasikmalaya, Bawaslu Diminta Bertindak

Regional
Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Penasihat Hukum Sebut Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal Tak Penuhi Syarat untuk Ditindaklanjuti

Regional
200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

200 Pasukan Brimob Polda Maluku Akan Dikirim ke Jakarta, Ada Apa?

Regional
Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kecam Ledakan Bom Sri Lanka

Regional
Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Tangga yang Dilewati Yesus saat Menghadap Pilatus Kini Dibuka untuk Umum

Internasional
Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Untuk Pertama Kali, Seluruh SMP di Landak Kalbar Gelar UNBK

Nasional
Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Seorang Pemuda Tewas Dibacok Puluhan Orang Tidak Dikenal di Ciputat

Megapolitan
Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri karena Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi

Regional
Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Meninggal, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibunya di Purwakarta

Regional

Close Ads X