5 Fakta Longsor Tambang Emas di Sulut, Diduga Tak Miliki Izin hingga Puluhan Penambang Terjebak Longsor

Kompas.com - 01/03/2019, 14:50 WIB
Petugas merawat salah seorang penambang yang selamat dari lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondouw, Sulawesi Utara, Rabu (27/2/2019). Sebanyak 23 orang penambang tertimbun longsor, 19 orang di antaranya selamat dan 4 orang tewas. ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONOPetugas merawat salah seorang penambang yang selamat dari lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondouw, Sulawesi Utara, Rabu (27/2/2019). Sebanyak 23 orang penambang tertimbun longsor, 19 orang di antaranya selamat dan 4 orang tewas.

KOMPAS.com - Hingga Kamis (28/2/2019), 27 korban telah ditemukan. Sebanyak 19 orang selamat dan 8 orang meninggal dunia disebabkan longsior yang terjadi di tambang emas, Sulawesi Utara.

Sementara itu, puluhan korban diduga masih tertimbun longsor yang terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian para korban hingga saat ini.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Hingga hari Kamis, korban meninggal 8 orang

Basarnas Pos SAR Kotamobagu bersama unsur terkait melakukan evakuasi di lokasi penambang emas tanpa izin (Peti) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongindow (Bolmong), Sulawesi Utara.Dokumen Basarnas Manado Basarnas Pos SAR Kotamobagu bersama unsur terkait melakukan evakuasi di lokasi penambang emas tanpa izin (Peti) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongindow (Bolmong), Sulawesi Utara.

Upaya evakuasi korban penambang emas terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan di area penambangan rakyat di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Hingga Kamis (28/2/2019) sore, sudah 27 korban yang dievakuasi. Dari jumlah itu, yang selamat ada 19 orang, meninggal dunia 8 orang.

Informasi ini disampaikan oleh Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado Feri Ariyanto.

"Korban terakhir dievakuasi pukul 14.30 Wita, dalam keadaan meninggal dunia atas nama Tedi Mokodompit (38). Total semua korban 27, selamat 19 orang, meninggal dunia 8 orang," ujarnya melalui pesan singkat saat dikonfirmasi, Kamis sore.

Baca Juga: Delapan Korban Meninggal dalam Insiden Longsor Tambang Emas di Sulut

2. Pencarian korban juga dilakukan pada malam hari

Petugas menggotong salah seorang penambang yang selamat dari lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondouw, Sulawesi Utara, Rabu (27/2/2019). Sebanyak 23 orang penambang tertimbun longsor, 19  orang di antaranya selamat dan 4 orang tewas.ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO Petugas menggotong salah seorang penambang yang selamat dari lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondouw, Sulawesi Utara, Rabu (27/2/2019). Sebanyak 23 orang penambang tertimbun longsor, 19 orang di antaranya selamat dan 4 orang tewas.

Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan, tim penyelamat yang terdiri dari berbagai unsur terus melakukan upaya evakuasi tanpa henti hingga malam hari.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X